PENGARUH ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHATANI STROBERI (STUDI KASUS DI DESA SUKARESMI, KECAMATAN RANCABALI, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT)
MOHAMAD QUDSI, Dr. Sudrajat, M.P ; Dr. Muh. Anggri Setiawan, M.Si
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANSalah satu komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi adalah stroberi, dengan harga Rp.20.000 – Rp.30.000 per kg. Menurut data statistik produksi hortikultura, kementerian pertanian tahun 2014, 94% produksi stroberi dihasilkan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, dimana Desa Sukaresmi menjadi salah satu sentra usahatani stroberi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi petani stroberi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, (2) Untuk mengidentifikasi persepsi petani mengenai keberlanjutan usahatani stroberi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung (3) Untuk menganalisis pengaruh kondisi sosial dan ekonomi petani stroberi terhadap keberlanjutan usahatani stroberi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Untuk mengukur indikator keberlanjutan usahatani stroberi dapat dijabarkan dalam aspek biofisik meliputi kualitas lahan, penggunaan input eksternal dan internal, pengelolaan limbah. Sementara untuk aspek sosial ekonomi meliputi diversifikasi sumber pendapatan, sistem panen, manajemen usahatani, status penguasaan lahan, ketahanan pangan, fasilitas-fasilitas, keanggotaan organisasi dan dukungan pelayanan. Dalam penelitian ini, untuk menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani stroberi menggunakan skoring indikator keberlanjutan usahatani dari dimensi biofisik dan sosial ekonomi. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah survei dan studi kasus. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 orang, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode quota sampling, dengan kriteria sampel adalah petani stroberi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Untuk mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi maka dikategorikan menjadi tiga yaitu tingkat yaitu rendah, sedang dan tinggi. Indeks keberlanjutan terdiri dari empat kategori yang dinyatakan dalam persen, dengan skala terletak antara 0-100. Uji regresi linier digunakan untuk menganalisis pengaruh kondisi sosial dan ekonomi terhadap keberlanjutan usahatani stroberi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial usahatani stoberi dalam kategori tinggi, begitu pula kondisi ekonomi usahatani stoberi dalam kategori tinggi. Persepsi petani mengenai keberlanjutan usahatani stroberi menunjukkan cukup berkelanjutan dengan persentase sebesar 57,5%. Kondisi sosial dan ekonomi berpengaruh secara simultan terhadap keberlanjutan usahatani stroberi, besarnya pengaruh kondisi sosial dan ekonomi terhadap keberlanjutan usahatani stroberi adalah 57,5% sedangkan sisanya 42,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, salah satunya sikap petani dan kebijakan pemerintah.
One of the agricultural commodities with high economic value is strawberry, with price Rp.20.000 - Rp.30.000 per kg. According to horticulture production statistics, agriculture ministry 2014, 94% of strawberry production is produced in Bandung Regency, West Java Province, where Sukaresmi Village is one of the centers of strawberry farming. The purpose of this research are: (1) To identify the social and economic condition of strawberry farmer in Sukaresmi Village, Rancabali District, Bandung Regency, (2) To identify farmer perception about strawberry farming sustainability at Sukaresmi Village, Rancabali District, Bandung Regency (3) To analyze the influence of socio-economic condition of strawberry farmers on the sustainability of strawberry farming in Sukaresmi Village, Rancabali District, Bandung Regency. To measure the sustainability indicators strawberry farming can be described in the biophysical aspects include land quality, use of external and internal inputs, waste management. The socio-economic aspect includes the diversification of income sources, harvest system, farm management, land tenure status, food security, facilities, organization membership and service support. In this study, to analyze the sustainability level of strawberry farming using scoring indicators of sustainability of farming from biophysical and socio-economic dimension. The method of research conducted in this research is field observation and data processing of primary descriptive qualitative. The number of samples taken in this research are 40 people, using sampling technique with quota sampling method, with sample criterion is strawberry farmer in Sukaresmi Village, Rancabali District, Bandung Regency. To identify the social and economic conditions then categorized into three namely the level of low, medium and high. The sustainability index consists of four categories expressed in percent, with a scale located between 0-100. Linear regression test is used to analyze the influence of social and economic conditions on the sustainability of strawberry farming in Sukaresmi Village, Rancabali District, Bandung Regency. The results showed that the social condition of strawberry farming in the high category, as well as the economic condition of strawberry farming in high category. Farmers' perceptions on the sustainability of strawberry farming are quite sustainable with a percentage of 57.5%. Social and economic conditions simultaneously affect the sustainability of strawberry farming, the influence of social and economic conditions on the sustainability of strawberry farming is 57.5% while the remaining 42.5% is influenced by other factors not examined, one of them is farmers attitude and government policy.
Kata Kunci : Stroberi, Persepsi Petani, dan Keberlanjutan Usahatani