Pengaruh Tingkat Persepsi terhadap Penyakit dengan Motivasi Pasien Memeriksakan Diri pada Perempuan yang terskrining Risiko Tinggi Kardiovaskuler
NURETHA HEVY PURWANINGTYAS, Prof. DR. dr. KRT. Adi Heru Sutomo, M.Sc. D. Comm. Nutr. DLSHTM & Dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D
2018 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang. Penyakit kardiovaskuler merupakan kontributor utama terhadap angka kematian, baik secara global maupun di Indonesia. Pada perempuan, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler ini lebih tinggi daripada laki-laki, namun baik fokus penanganan maupun pencegahan penyakit kardiovaskuler pada perempuan masih terabaikan. Persepsi terhadap penyakit, sebagai salah satu aspek yang menentukan terhadap luaran intervensi penyakit kardiovaskuler telah terbukti berpengaruh secara nyata, namun di level pencegahan hal ini belum dapat dibuktikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat persepsi perempuan risiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskuler dengan motivasi memeriksakan diri serta alasan tidak memeriksakan diri di fasilitas kesehatan yang telah direkomendasikan Metode. Desain penelitian merupakan metode campuran, dimana untuk memperoleh data kuantitatif digunakan desain potong lintang (cross sectional) dan dilanjutkan dengan kualitatif deskriptif. Untuk mengetahui hubungan kehadiran responden memeriksakan diri dengan skor persepsi terhadap penyakit kardiovaskuler beserta variabel lain yang terkait, maka data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi logistik, sedangkan hasil eksplorasi kualitatif disajikan secara deskriptif. Hasil. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa skor persepsi tidak berhubungan dengan motivasi responden memeriksakan diri ke puskesmas/posyandu (p value 0,77). Variabel yang secara signifikan memberikan pengaruh terhadap kehadiran memeriksakan diri adalah tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, riwayat diabetes dan kadar gula darah dengan nilai p sebesar 0,03 ; 0,00 ; 0,04 dan 0,03 secara berturutan. Sedangkan analisis deskriptif alasan ketidakhadiran responden memeriksakan diri terbesar karena persepsi diri sehat, tidak adanya dukungan dari keluarga dan adanya hambatan akses layanan kesehatan. Kesimpulan. Persepsi terhadap penyakit kardiovaskuler saja tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap motivasi memeriksakan diri di fasilitas kesehatan. Motivasi memeriksakan diri lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal lainnya, sehingga dibutuhkan solusi strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat memeriksakan diri sebagai bagian dari usaha pencegahan terhadap penyakit kardiovaskuler.
Background. Cardiovascular disease (CVD) is a leading cause of mortality both globally and in Indonesia. Although the mortality rate due to CVD among women is higher than men, little attention has put on the CVD preventive and curative care for them. Illness perception of CVD has been found as one of the significant factors for the better output of CVDcurative care, but not for preventive care. This study aimed to identify the effect of illness perception of CVD among woman with high CVD risk on their motivation to visit healthcare facility and to explore the reason not visiting the healthcare facility as recommendation. Method. This study used a mixed method research which comprises of a cross sectional survey to obtain the quantitative data followed by descriptive qualitative. Logistic Regression analysis were used to explain the relationship between variables, while the findings from the qualitative exploration were presented descriptively. Result. The result showed that illness perception has no significant relation with respondent motivation to visit the recommended healthcare service (p value 0,77). Likewise, the education level, income level, history of diabetes and blood sugar level present a significant result (p value 0.03; 0.00; 0.04 and 0.03 respectively). While qualitative result showed the reason of respondents who did not visit the healthcare service, which are their healthy perception, the lack support of family and the barrier access to health service. Conclusion. Illness perception of cardiovascular has no significant relationships with the presence of women with high CVD risk at healthcare facility. Further research is needed to explore the determinants of health seeking behavior with women with high CVD risk.
Kata Kunci : Patients perception, Illness perception, Cardiovascular, Health facility