MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM USAHA JASA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Bumdes Panggung Lestari, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul)
PRENGKI TRIGA ANJA K, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, MS
2018 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu cara bagi Desa untuk menumbuhkan ekonomi Pedesaan secara mandiri. Permendesa Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa mendefinisikan bahwa BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesarbesarnya kesejahteraan masyarakat desa. Pada tahun 2016, 12.000 BUMDes sudah dibentuk dan beroperasi dari 75.000 desa di Indonesia, tetapi hanya seratusan BUMDes yang dinilai sukses. Salah satu BUMDes yang sukses mengelola berada di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, provinsi D.I. Yogyakarta. BUMDes tersebut bernama BUMDes "Panggung Lestari" yang bergerak pada jasa pengelolaan lingkungan. Modal sosial merupakan salah satu unsur penting untuk mengembangan BUMDes. Penelitian yang dilakukan oleh Mayu (2016) mengungkapkan bahwa salah satu faktor penting yang menjadi hambatan berkembangnya BUMDes adalah kurang kuatnya modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana interkasi modal sosial dalam pengembangan BUMDes Panggung Lestari dalam usaha jasa pengelolaan lingkungan, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang memahami secara mendalam tentang objek yang diteliti. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh dengan cara wawancara mendalam yang terstruktur dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari foto-foto dan dokumen organisasi. Penelitian ini menemukan bahwa modal sosial memiliki peran penting dalam pengembangan BUMDes Panggung Lestari. Kepercayaan dan norma dalam modal sosial memiliki peran paling penting dalam pengembangan BUMDes. Sedangkan modal sosial jaringan tidak terlalu berperan penting dalam pengembangan BUMDes. Akan tetapi, modal sosial jaringan tetap memiliki kontribusi dalam pengembangan BUMDes.
The establishment of a Village Owned Enterprise (BUMDes) is one way for the Village to grow the Rural economy independently. Permendesa Number 4 Year 2015 about Establishment, Arrangement and Management, and Dissolution of Village Owned Enterprises defined BUMDes is enterprise which is whole or mostly owned by the village through direct partisipation capital from village resource separated to manage assets, services, and other businesses for the greatest possible prosperity to the village community. By 2016, 12.000 BUMDes are established and operating from 75.000 Villages in Indonesia, but only a hundred BUMDes are considered successful. One of the successful BUMDes is located in Panggungharjo Village, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta province. The BUMDes is named BUMDes "Panggung Lestari" which is engaged in environmental management services. Social capital is one of the important elements to develop BUMDes. A research conducted by Mayu (2016) revealed that one of the important factors that obstacles the development of BUMDes is the lack of strong social capital. This research aims to see how the interaction of social capital in the development of BUMDes Panggung Lestari in environmental management services at Panggungharjo Village, Sewon, Bantul. This research is a qualitative research with descriptive approach that deeply understand about the object under study. The data obtained in this study are primary and secondary data, primary data obtained by structured in-depth interviews and observation, while secondary data obtained from photographs and documents of the organization. This research found that social capital has an important role in the development of BUMDes Panggung Lestari. Trust and norms in social capital have the most important role in the development of BUMDes. While the network in social capital is not very important role in the development of BUMDes. However, the network in social capital still contributes to the development of BUMDes.
Kata Kunci : Modal Sosial, Stakeholders, BUMDes, Jasa Pengelolaan Lingkungan