Laporkan Masalah

PENGGUNAAN BELAH DALAM KOMPETISI POLITIK LOKAL PADA PILKADA ACEH TENGAH 2017

AGUNG SURYO S, Dr. Bambang Hudayana, M.A.

2018 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

Tesis ini merupakan hasil penelitian yang fokus pada kajian mengenai penggunaan isu kekerabatan pada kompetisi Pilkada Aceh Tengah tahun 2017. Kekerabatan yang lebih akrab disebut belah pada masyarakat Gayo menjadi landasan dalam menentukan pilihan politiknya. Tesis ini bertujuan untuk melihat fenomena penggunaan isu Uken-Toa yang bersumber dari belah oleh masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah pada gelaran pilkada. Inti dari tulisan ini adalah bagaimana belah digunakan masyarakat Gayo sebagai referensi dalam memilih calon bupati Aceh Tengah pada pilkada 2017. Penelitian ini dirancang sejak tahun 2016 dimana pada waktu itu suhu politik di Aceh Tengah mulai menghangat dengan persiapan pilkada. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa kali kunjungan ke Aceh Tengah mulai pertengahan 2016 hingga Oktober 2017. Teknik penelitian kualitatif dengan metode etnografi mulai pengamatan langsung terlibat (observasi partisipasi) serta wawancara bebas dan mendalam dilakukan selama penelitian di lapangan. Fenomena belah masyarakat Gayo yang kemudian masuk dalam pusaran politik modern memunculkan dinamika yang sangat menarik. Kita dapat melihat bagaimana dualitas belah sebagai mekanisme pembagian masyarakat Gayo yang awalnya mengarah pada persaingan kultural diantara keduanya, namun pada masa kini telah dikonstruksi ulang sebagai mekanisme untuk membangun aliansi bagi kepentingan pemenangan pilkada di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan demikian, paradigma relasi belah saat ini telah bertransformasi dari paradigma kompetisi bergeser pada paradigma aliansi, dan faktor political interest menjadi faktor utama pendorong transformasi tersebut. Proses pilkada yang masing-masing kandidat mengusung model yang sama membuat mereka harus mencari celah dan strategi untuk memenangkan Pilkada. Terlepas belah menjadi alasan masyarakat Gayo dalam menentukan pilihannya dalam Pilkada 2017, kemenangan dan kekalahan kandidat masih ditentukan oleh beberapa faktor sampingan yang tetap tak bisa dilepaskan dari permasalahan belah.

This thesis is a research result focusing on the study about kinship issue during Central Aceh District Election in 2017. The kinship, widely known as belah in Gayo society is a fundamental base to determine its people’s political choices. This thesis is aiming to look at the phenomenon about the use of Uken-Toa issue, originated from belah in Gayo Society in Central Aceh during District Election. The core part of this study is about how belah is used by Gayo society as a reference to vote for Regent candidates during Central Aceh District Election in 2017. This research is designed since 2016 where at that time political issue in Central Aceh started heating up through District Election preparation. This research is conducted in many visits to Central Aceh started in the mid of 2016 to October 2017. Etnography method was used in this qualitive research, started with participation observation and non-directive and deep interview conducted during research on the field. This belah phenomenon in Gayo society entered into modern political cycle presents a very interesting dynamic. We may look how duality of belah as Gayo society allotment mechanism at the beginning lead to cultural competitions among them, but at this time, it’s been reconstructed as mechanism to develop alliance to win the regional election in Central Aceh. Those, belah relation paradigm at the moment has been transformed from competition paradigm to alliance paradigm, and political interest became the main driving factor of such transformation. The District Election process of each candidates carries the same model, forces them to find a way and strategy to win the District Election. Regardless belah has becoming the reason for Gayo society to determine their choice in District Election in 2017, the winning and loosing of the candidate is still determined by few other factors that can’t be separated from belah issue.

Kata Kunci : Gayo, belah, kekerabatan, politik lokal, pilkada

  1. S2-2018-404252-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404252-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404252-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404252-title.pdf