PENGARUH DISCRETIONARY ACTIVITIES TERHADAP KEBERMINATAN MENGGUNAKAN LRT PALEMBANG
FIKRI MUKTAF, Dr. Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T.
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILModa yang menjadi tumpuan angkutan umum di Kota Palembang adalah BRT Palembang. Namun, BRT Palembang belum memiliki jalur sendiri (busway) dikarenakan keterbatasan lahan, sehingga rawan terkena kemacetan yang dapat berdampak pada turunnya keberminatan masyarakat untuk menggunakan moda tersebut. Berangkat dari hal tersebut dan dalam rangka menyambut Asian Games 2018, Pemerintah menambah angkutan umum di Palembang yaitu LRT Palembang. Maka dari itu, perlu diketahui seberapa minat masyarakat Palembang terhadap keberpindahan menggunakan LRT dan bagaimana kriteria calon penumpang jika dilihat berdasar teori activity based travel. Pendekatan teori activity based travel ini melihat karakteristik travel behavior seseorang dalam melakukan perjalanan dan menitik beratkan aktivitas sebagai penyebab perjalanan berikut pemilihan modanya. Survei dilakukan di 13 titik stasiun LRT Palembang dengan radius 1000 meter dengan responden yang bervariasi. Data yang didapat dari hasil survei meliputi karakteristik responden, karakteristik perjalanan, perilaku bepergian, perjalanan sebelum kerja, saat di lokasi kerja, setelah pulang dari tempat kerja, minat menggunakan LRT Palembang, dan karakteristik keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku perjalanan dapat dikategorikan berdasarkan discretionary activity yang dilakukan dengan cluster analysis. Dengan menggunakan metode two step cluster, proses clustering menghasilkan lima cluster dengan kategori yang berbeda-beda. Kelima cluster tersebut menunjukkan tingkat keberminatan yang berbeda terhadap keberadaan LRT Palembang. Cluster 3 menunjukkan tingkat keberminatan paling tinggi dengan rata-rata 28% menyatakan berminat menggunakan LRT. Nomor dua tertinggi adalah cluster 4 yang merupakan pelaku discretionary activity dengan tipe kegiatan leisure dengan rata-rata 27% menyatakan keberminatan menggunakan LRT. Sebanyak 25% dari pelaku perjalanan discretionary activity dengan tipe mandatory dan maintenance menunjukkan keberminatan menggunakan LRT Palembang.
Mode that became the main public transportation in Palembang City is BRT Palembang. However, BRT Palembang does not have its own path (busway) due to limited land, so congestion factor can impact on declining public interest to use the mode. To solve that condition and in order to welcome the 2018 Asian Games, the Government added public transportation in Palembang, namely LRT Palembang. Therefore, it is important to know how the interest of Palembang community towards the displacement using LRT and how passenger criteria when viewed based on activity based travel theory. This theory approaches to consider the characteristics of traveler�s behavior in traveling and emphasizes activity as the cause of the trip following the choice mode. The survey was conducted at 13 points of Palembang LRT station with a radius of 1000 meters with various respondents. Data obtained from survey results include respondent characteristics, travel characteristics, traveling behavior, travel before work, on the job site, after returning from work, interest in using LRT Palembang, and family characteristics. The results showed that travelers can be categorized based on its discretionary activity using cluster analysis method. By using the two-step cluster method, clustering process produces five clusters in different categories. These five clusters show different levels of interest in using LRT Palembang. Cluster 3 shows the highest level of interest with 28% of them expressing interest in using LRT. The second highest number is cluster 4 which is a traveler with leisure activity on purpose with an average of 27% expressing the interest in using LRT. As many as 25% of discrete travelers with mandatory and maintenance activity on purpose showed interest in using LRT Palembang.
Kata Kunci : pemilihan moda, discretionary activity, activity-based travel, cluster analysis, two step cluster, LRT Palembang