KAJIAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KABUPATEN SINJAI, PROVINSI SULAWESI SELATAN (STUDI : KECAMATAN SINJAI BARAT)
AHMAD HIDAYAT, Prof. Dr. Suratman, M.Sc; Dr. Danang Sri Hadmoko, M.Sc
2018 | Tesis | MAGISTER GEOGRAFIKecamatan Sinjai Barat adalah merupakan salah satu dari tiga kecamatan yang dijadikan sebagai kawasan agropolitan yang penetapannya sebagai kawasan agropolitan tertuang pada Perda No. 28 Tahun 2012. Luas wilayah Kecamatan Sinjai Barat adalah 13,53 km2 atau 16,53% dari luas total wilayah Kabupaten Sinjai. Penelitian ini mempunyai tujuan : 1) mengidentifikasi jenis komoditas unggulan yang sesuai untuk pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Sinjai Barat; 2) mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Sinjai Barat; 3) mengkaji pola sebaran spasial pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Sinjai Barat . Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah survei dengan metode deskriptif berupa pengumpulan data lapangan, pengolahan data serta metode pemetaan untuk melihat sejauh mana sebaran penggunaan lahan dan bentuk penggunaannya pada lokasi penelitian. Selain itu, penentuan komoditas unggulan dilokasi penelitian menggunakan metode Location Quotient (LQ), sedangkan untuk mengetahui sebaran kesesuaian lahan yakni dengan menggunakan metode matching pada software atau program Land Classification and Landuse Planning (LCLP) dengan data yang bersumber dari hasil analisis tanah di laboratorium dan survei lapangan serta verifikasi peta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) hasil perhitungan LQ untuk tanaman pangan, diperoleh komoditas padi merupakan komoditas unggulan sedangkan tanaman hortikultura komoditas unggulan yakni ketimun, petsai/sawi, kentang, wortel, kubis, tomat, serta buncis. 2) berdasarkan hasil analisis kelas kesesuaian lahan, yang kemudian disandingkan dengan syarat tumbuh masing-masing komoditas unggulan diperoleh hasil untuk tanaman padi dengan kelas kesesuaian lahan S2 (cukup sesuai) seluas 329,49 Ha, S3 (sesuai marginal) seluas 2821,77 Ha, kentang, wortel, petsai/sawi, buncis, dan tomat memiliki kelas kesesuaian lahan S2 seluas 742,02 Ha dan untuk kelas kesesuaian lahan S3 dengan luas 2409,24 Ha. Komoditas lainnya yakni ketimun dan buncis memiliki kelas kesesuaian lahan S2 seluas 742,02 Ha, S3 seluas 2062,82 Ha serta kelas kesesuaian lahan N (tidak sesuai) dengan luas 346,42 Ha. 3) adapun luas lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan komoditas padi seluas 329,49 Ha, kentang, wortel dan tomat seluas 1276,59 Ha, ketimun dan sawi seluas 412,53 Ha, buncis seluas 519,47 Ha serta kubis seluas 613,18 Ha.
Sinjai Barat district is one of three districts that serve as an agropolitan area which establishment as an agropolitan area is stated in Perda no. 28 of 2012. The total area of Sinjai Barat district is 13.53 km2 or 16.53% of amount area of Sinjai regency. This study aims: 1) to identify the types of commodities that are suitable for the development of agropolitan areas in Sinjai Barat district; 2) to know the suitability of land for the development of agropolitan area in Sinjai Barat district; 3) to identify the spatial distribution pattern of agropolitan area development in Sinjai Barat district. The research method applied in this research was survey with descriptive method in the form of field data collection, data processing and mapping method to see how far the distribution of land use and the type of data usage at the research location. In addition, the determination of the leading commodity in the location of research using Location Quotient (LQ) method, whereas to know the distribution of land suitability by using matching method in Land Classification and Landuse Planning (LCLP) software with taken data from soil analysis in the laboratory and field surveys and map verification. The results of this study indicated that: 1) the results of LQ calculations for food plants, acquired rice commodity was the superior commodity whereas horticultural crops of superior commodities namely cucumbers, petsai/mustards, potatoes, carrots, cabbages, tomatoes, and beans. 2) based on the analysis of land suitability class which was then paired with the condition of growth of each superior commodity gained yield rice crop with S2 suitability class (quite suitable) of 329,49 Ha, S3 (corresponding marginal) of 2821,77 Ha, potatoes, carrots, chrysanthemums, beans, and tomatoes have S2 suitability class of 742.02 Ha and for S3 land suitability class of 2409.24 Ha. Other commodities are cucumbers and beans have suitability class of land S2 area of 742.02 Ha, S3 area of 2062.82 Ha and land suitability class N (not appropriate) with an area of 346.42 Ha. 3) The area of land that can be used for the development of rice commodities area of 329.49 Ha, potatoes, carrots and tomatoes area of 1276.59 Ha, cucumbers and mustards area of 412.53 Ha, beans area of 519.47 Ha, and cabbages area of 613.18 Ha.
Kata Kunci : Agropolitan, Komoditas Unggulan, LCLP, Kesesuaian Lahan