Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Kulon Progo
RR WENING DHINARWATI, M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D.Eng; Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP
2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTASalah satu cara untuk mengurangi dampak bencana adalah menciptakan masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terutama pada wilayah yang memiliki kerentanan cukup tinggi. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki kerawanan bencana tanah longsor paling tinggi dibandingkan kabupaten lainnya. Rencana pembangunan daerah Kabupaten Kulon Progo sebagian besar berada di kawasan yang rawan bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan, dan pemodelan hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan. Lokasi penelitian berada di 19 desa di Kabupaten Kulon Progo yang memiliki kerawanan paling tinggi terhadap bencana tanah longsor yang tersebar di lima kecamatan yaitu Kecamatan Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang. Penelitian ini bersifat deduktif dengan menggunakan pendekatan kombinasi (mixed methods). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan analisis regresi linier berganda untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh yang dikombinasikan dengan hasil wawancara dan observasi lapangan. Pemodelan hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan dilakukan dengan pemodelan konseptual sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah dengan tingkat kejadian bencana jarang memiliki tingkat kesiapsiagaan yang "hampir siap" dengan nilai indeks kesiapsiagaan 59,32, sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah dengan tingkat kejadian bencana sedang dan sering memiliki tingkat kesiapsiagaan yang "siap" dengan nilai indeks kesiapsiagaan masing-masing 65,13 dan 67,24. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan terhadap bencana terdiri dari faktor internal yaitu: (1) tingkat pendidikan, (2) pendapatan dan (3) pengalaman terhadap bencana serta faktor eksternal yaitu: (1) kepemimpinan, (2) modal sosial, dan (3) kebijakan pemerintah. Semakin tinggi tingkat pendidikan, pendapatan dan pengalaman terhadap bencana maka tingkat kesiapsiagaan akan semakin baik. Model konseptual memberikan gambaran secara lengkap mengenai hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan terhadap bencana dimana kesiapsiagaan tidak hanya terbatas pada peningkatan faktor internal atau eksternal saja tetapi secara keseluruhan sebagai faktor yang saling berkaitan sehingga upaya peningkatan kesiapsiagaan lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam upaya penanggulangan bencana.
One way to reduce the impact of the disaster is to create a community which has disaster preparedness, especially in the areas with high vulnerability. Kulon Progo Regency is one of the areas in Daerah Istimewa Yogyakarta Province which have the highest vulnerability of landslide disaster compared to another region. Meanwhile, the regional development plan of Kulon Progo Regency is mostly located in that area. This study aims to measure the level of community preparedness against the landslide disaster, identify the factors that influence the preparedness, and modeling of the relationship factors that influence the preparedness. The research is located in 19 villages in Kulon Progo Regency which has the highest vulnerability to landslide disaster spread in five districts which are Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, and Kalibawang. This study is deductive using a combination research approach (mixed methods). The analysis techniques used are a statistical descriptive analysis to measure the level of community preparedness and multiple linear regression analysis to identify influential factors combined with the result of interviews and field observations. Modeling the relationship factors that influence the preparedness is done by conceptual modeling as an effort to improve preparedness. The results show that people living in areas with disastrous incidence rarely have an "almost prepared" preparedness level with an index value 59.32, while people living in areas with disastrous incidence moderate and often have "prepared" preparedness levels with a value of their respective preparedness index of 65.13 and 67.24. Factors that influence the disaster preparedness consist of internal factors are (1) the level of education, (2) income, and (3) experience against disaster as well as external factors, namely (1) leadership, (2) social capital, and (3) government policy. The higher level of education, income, and experience against disaster then the level of preparedness will be better. The conceptual model gives an overview of the complete relationship factors that influence the disaster preparedness in which preparedness is not just limited to the improvement of internal or external factors but overall as an interrelated factor so the effort increased preparedness more effectively. The results of this study can be expected input for Government of Kulon Progo Regency in disaster management efforts.
Kata Kunci : Bencana Alam, Tanah Longsor, Kesiapsiagaan Masyarakat, Kulon Progo/ Disaster, Landslide, Community Preparedness, Kulon Progo