Laporkan Masalah

ANALISIS PRODUK WISATA SITUS BAWAH AIR SEBAGAI SALAH SATU WISATA MINAT KHUSUS DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA

ADYANTI PUTRI ARIADI, Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Eng. ; Dimas Wihardyanto, ST., MT.

2018 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Indonesia yang sedang dikembangkan. Keunggulan dari pariwisata di Karimunjawa adalah daya tarik wisata alamnya yang berupa wisata bahari, ekowisata, dan wisata petualangan. Potensi kekayaan bahari di Karimunjawa yang tidak kalah menarik salah satunya berupa peninggalan budaya bawah air. Tempat tenggelamnya kapal dan peninggalan bawah air yang berada di Karimunjawa membuat situs-situs ini berpotensi menjadi alternatif tujuan wisata bawah air khususnya daya tarik wisata minat khusus. Secara administratif penelitian ini akan difokuskan berdasarkan batas geografis dari situs-situs bawah air yang berada di Perairan Pulau Karimunjawa (Situs Kapal Genteng dan Kapal Indonoor) dan Perairan Pulau Genting (Situs Seruni dan Situs Genting). Penelitian ini akan mengunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan teori-teori terkait. Pengamatan fisik akan dilakukan pada produk wisata (atraksi, aksesibilitas, akomodasi, fasilitas, service) serta lingkungan pada kawasan situs-situs peninggalan bawah air. Selanjutnya peneliti akan mendialogkan produk wisata dengan wisata minat khusus berupa situs-situs bawah air yang memerlukan strategi perencanaan yang tepat sesuai dengan prinsip pelestarian. Analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan secara terperinci dan menyeluruh terhadap pandangan atau tanggapan yang diperoleh, kemudian dijadikan dasar untuk rekomendasi dalam pengembangan wisata situs bawah air sebagai wisata minat khusus di Kepulauan Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs-situs bawah air di Perairan Karimunjawa yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata minat khusus adalah Situs Kapal Indonoor dan Situs Kapal Genteng. Sedangkan untuk Situs Seruni dan Situs Genting masih harus dilakukan studi lebih lanjut karena dengan kondisi produk wisata saat ini kedua situs tersebut belum memungkinkan untuk dijadikan obyek wisata minat khusus. Keempat situs tersebut merupakan peninggalan arkeologi bawah air dan termasuk cagar budaya yang harus dilindungi. Berkaitan dengan hal ini, peneliti merekomendasikan manajemen atraksi yaitu manajemen kunjungan wisatawan dan manajemen operasional, serta manajemen situs yang sesuai untuk diterapkan pada situs-situs bawah air di Perairan Karimunjawa ini.

Karimunjawa Islands are one of the National Tourism Strategic Areas in Indonesia and development of these areas are already underway. Sinking ships and underwater heritage in Karimunjawa make the sites in these areas a potential alternative to underwater tourist destinations, especially for special interest tourism. The research focus was divided based on the geographical boundaries of the underwater sites in the waters of Karimunjawa Island (Genteng and Indonoor Shipwreck Sites) and the waters of Genting Island (Seruni and Genting Sites). This research used a qualitative descriptive method grounded in relevant theories. Physical observation was made on tourism products (attractions, accessibility, accommodation, facilities, and service) and the environment around the sites of underwater relics. Furthermore, the researcher elaborated on tourism products and special interest tourism, especially underwater sites requiring appropriate planning strategies compatible with the principles of conservation. The analysis was made by describing in detail and thoroughly the views or responses obtained, which were later used as a basis reccomedation for the development of underwater sites as special interest tourism objects in Karimunjawa Islands. Findings of the research suggest that underwater sites which are potential for development as special interest tourism objects are Genteng and Indonoor Shipwreck Sites. As for Seruni and Genting Sites, further research needs to be undertaken because considering the current condition of the tourism products, it does not seem feasible to make both of these sites special interest tourism objects. These four sites are underwater archaeological remains and part of the cultural heritage that requires protection. Based on the foregoing, the researcher recommends that appropriate attraction management is implemented in the management of underwater sites in the waters of Karimunjawa Islands, including tourist visit, operational, and site management.

Kata Kunci : manajemen atraksi, wisata minat khusus, situs bawah air, Karimunjawa

  1. S2-2018-389195-abstract.pdf  
  2. S2-2018-389195-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-389195-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-389195-title.pdf