Pertumbuhan Inklusif Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
TRI PRASETIA D, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.
2018 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPertumbuhan inklusif adalah pertumbuhan yang tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru, namun juga memastikan akses yang sama terhadap peluang yang diciptakan untuk semua segmen masyarakat, termasuk yang kurang beruntung dan terpinggirkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengukur dan menganalisis inklusifitas pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua, (2) mengukur dan menganalisis inklusifitas pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Papua, dan (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan inklusif di Provinsi Papua. Penelitian ini menggunakan data panel dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua tahun 2012-2016. Untuk mengetahui ukuran pertumbuhan inklusif digunakan pengukuran yang dirumuskan oleh Klasen (2010). Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan inklusif dalam menurunkan kemiskinan digunakan metode analisis regresi logit panel respon biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua sepanjang tahun 2012-2016 tidak selalu inklusif dalam menurunkan kemiskinan, sebab pada tahun 2013 provinsi ini mengalami pertumbuhan yang tidak inklusif dalam menurunkan kemiskinan. Pertumbuhan yang inklusif dalam menurunkan kemiskinan bagi kabupaten/kota di Provinsi Papua bukan merupakan fenomena yang konsisten. Walaupun demikian, terdapat beberapa kabupaten/kota yang mampu mempertahankan kualitas pertumbuhannya sehingga memiliki pertumbuhan yang inklusif dalam menurunkan kemiskinan selama empat tahun berturut-turut. Pengeluaran pemerintah untuk investasi publik dan akses kredit usaha memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inklusifitas pertumbuhan dalam menurunkan kemiskinan di Provinsi Papua. Untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif menurunkan kemiskinan di Provinsi Papua pemerintah perlu menekankan pada pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana publik. Pemeliharaan sarana dan prasarana publik tersebut juga perlu dilakukan agar sarana dan prasarana yang telah dibangun tetap berfungsi dan bermanfaat. Pemerintah perlu lebih banyak memberikan bantuan kredit usaha dan kemudahan akses kredit usaha bagi masyarakat terutama bagi masyarakat miskin
Inclusive growth is growth that not only creates new economic opportunities, but also ensures equal access to the opportunities created for all segments of society, including the disadvantaged and marginalized ones. The objectives of this study are (1) to measure and analyze the inclusiveness of economic growth in Papua Province, (2) to measure and analyze the inclusiveness of economic growth of districts/cities in Papua Province; and (3) to analyze the determinants of inclusive growth in Papua Province. This study uses panel data from 29 districts/cities in Papua Province 2012-2016. The measurement which is used to investigate the inclusive growth is formulated by Klasen (2010). Then, to analyze the factors that influence inclusive growth in poverty reduction, we use binary panel logit regression analysis method. The results show that the economic growths of Papua Province between 2012 and 2016 are not always inclusive in reducing poverty, in 2013 the province experienced a non-inclusive growth in poverty reduction. Inclusive growth in poverty reduction for districts/cities in Papua Province is not a consistent phenomenon. Nevertheless, there are several districts/cities that are able to maintain the quality of their growth, thus they have inclusive growth in reducing poverty for four consecutive years. Government spending on public investment and business credit access has a significant effect on the inclusivity of growth in the attempt of reducing poverty in Papua Province. To create inclusive economic growth which can reduce poverty in the Papua Province, the government needs to emphasize on the development and procurement of public facilities and infrastructure. Maintenances of public facilities and infrastructure are also necessary for facilities and infrastructure that have been built to remain functional and useful. The government needs to provide more business credits and easy access to the business credits for the community, especially for the poor.
Kata Kunci : pertumbuhan inklusif, menurunkan kemiskinan, PEGR, Logit