EVALUASI ANGGARAN DAN KETERSEDIAAN OBAT TAHUN 2007 DAN 2008 DI RSUD PANIAI, PAPUA
Carla Dexiana Suzan, Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt.; Drs. Agastya, MBA., MPM
2010 | Tesis | S2 Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Proses perencanaan obat di RSUD Paniai saat ini hanya berdasarkan pada data rata-rata konsumsi perbulan. Berdasarkan data yang diperoleh masih ditemukan obat yang tidak diresepkan, obat yang kadaluarsa dan kekosongan obat yang diakibatkan oleh perencanaan yang kurang baik disamping juga akibat dari terjadinya peningkatan jumlah pemanfaatan pelayanan kesehatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan anggararan obat tahun 2007-2008 dilihat dari tingkat ketersediaan obat di RSUD Paniai. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian semua data dari IFRS dan bagian keuangan.Variabel penelitian meliputi sistem perencanan, pengadaan obat, inventory dan anggaran yang diperlukan. Analisis perencanaan dan pengadaan obat menggunakan metode ABC, metode VEN dan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil Penelitian: Realisasi anggaran obat di RSUD Paniai tahun 2008 lebih rendah dibandingkan tahun 2007. Perencanaan dan pengadaan obat di RSUD Paniai pada tahun 2008 lebih baik bila dibandingkan dengan tahun 2007, ini terlihat dengan berkurangnya jumlah obat kadaluwarsa dan obat yang tidak terpakai. Ketersediaan obat di RSUD Paniai pada tahun 2007 maupun 2008 berlebihan. Dokumen kontrak pengadaan obat perlu ditentukan masa kadaluwarsa obat. Estimasi anggaran pengadaan obat setiap bulan sebesar Rp. 841.644.440. Kesimpulan: Anggaran obat yang menurun menyebabkan perencanaan dan pengadaan obat menjadi lebih baik.
Planning of drug supply in RSUD Paniai was base on consumption method. Previous data seen that several drugs were slow moving, expired or stock-out. To evaluate planning, procurement process and stock level of drug in RSUD Paniai referring to the budget allocation in 2007 and 2008. Design of the study was case study. The unit analysis of the research was all data from IFRS and financial division. The research variables were planning process, procurement process, inventory, and budget calculation. Compared with 2007, budget on 2008 was decrease. Planning and procurement in 2008 were better compared with 2007. Number of expired drugs, slow moving drugs and stock-out were decreased. Stock level of drugs in RSUD Paniai was over-stock. The expired date of the drugs in contract document was too short. The budget estimation for every month was IDR 841,644,440. Due to decreased of budget in 2007 compared with 2008, planning and procurement in RSUD Painai better in 2008.
Kata Kunci : Anggaran obat, Perencanaan obat, pengadaan obat, tingkat ketersediaan obat, metode ABC, metode VEN dan metode EOQ