Hubungan antara Kecemasan Sosial dan Kecanduan Internet dengan Kontrol Diri sebagai Moderator pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
ASRI FAIZUN, Neila Ramdhani, Dr., M.Si., M.Ed.
2018 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIManusia adalah makhluk sosial yang butuh untuk berinteraksi dengan orang lain dan saat ini semakin dimudahkan dengan perkembangan teknologi dan hadirnya fitur-fitur dalam internet yang memudahkan manusia untuk berinteraksi seperti aplikasi pesan singkat dan media sosial yang bisa diakses setiap saat. Namun, penggunaan internet yang berlebihan dapat menyebabkan adiksi internet. Individu dengan kecemasan sosial akan lebih rentan untuk mengalami adiksi internet. Mereka akan lebih memilih untuk berinteraksi dan memenuhi kebutuhan sosialnya melalui perantara internet. Penggunaan internet individu tersebut akan menjadi semakin tidak terkontrol jika mereka tidak memiliki kontrol diri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kontrol diri sebagai moderator dalam hubungan antara kecemasan sosial dan adiksi internet pada mahasiswa. Subjek penelitian ini mencakup mahasiswa Universitas Gadjah Mada berusia 18 sampai 22 tahun (n = 461). Penelitian ini menggunakan skala adiksi internet, skala kecemasan sosial dan skala kontrol diri sebagai alat ukur. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki hubungan negatif dengan adiksi internet dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,320 dan memberikan sumbangan efektif sebesar 19,2% sebagai moderator. Independent Samples t-Test juga menunjukkan ada perbedaan rata-rata adiksi internet antara kelompok kontrol diri diatas rata-rata (mean=49,66) dengan kelompok kontrol diri dibawah rata-rata (mean=59,18).
Humans are social beings who need to interact with others and now more facilitated by the development of technology and the presence of features in the internet that allows humans to interact like short messaging applications and social media that can be accessed at any time. However, excessive internet use can lead to internet addiction. Individuals with social anxiety will be more vulnerable to experiencing internet addiction. They will prefer to interact and meet their social needs through internet intermediaries. The use of individual Internet will become increasingly uncontrolled if they do not have good self-control. This study aims to see the role of self-control as a moderator in the relationship between social anxiety and internet addiction to students. The subjects of this study include students of Universitas Gadjah Mada aged 18 to 22 years (n = 461). This study uses internet addiction scale, social anxiety scale and self-control scale as a measuring instrument. The result of regression analysis showed that self-control had negative relation with internet addiction with correlation coefficient value equal to -0.320 and gave effective contribution of 19.2% as moderator in relationship between social anxiety and internet addiction. The Independent Samples t-Test also showed that there is an average difference in internet addiction between the self-control group above the average (mean=49,66) and the under-average self-control group (mean=55,18).
Kata Kunci : kecemasan sosial, kontrol diri, adiksi internet, mahasiswa