Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Piutang Usaha (Studi pada PT ABC Finance Cabang Yogyakarta)
RIKY SAPUTRA, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.,
2018 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal piutang usaha pada PT ABC Finance Cabang Yogyakarta. Piutang usaha merupakan dasar sumber pendapatan dari suatu aset lancar yang berasal dari aktivitas penjualan kredit dan harus dikendalikan dengan baik oleh perusahaan. Perusahaan harus memahami prosedur piutang usaha agar bisa meminimalisasi risiko piutang tak tertagih dan kecurangan yang terjadi apabila bagian piutang usaha tidak mencatat pembayaran piutang usaha dari konsumen, tidak menyetor uang yang diterima, menunda pencatatan atas adanya piutang, dan melakukan tindakan cash lapping. Oleh karena itu, pengendalian internal atas piutang sangat penting bagi perusahaan agar meminimalisasi kerugian yang akan terjadi. Salah satunya sistem pengendalian internal dapat dilakukan ialah dengan melakukan pembagian tugas antara bagian penerima uang konsumen dan bagian pencatatan piutang usaha hingga otorisasi dalam persetujuan kredit. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif terhadap pengendalian internal yang mengacu pada framework COSO 2013 pada unsur-unsur pengendalian internal. Sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengendalian internal piutang usaha memadai. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor penghambat pengendalian internal yaitu pada kebijakan pusat, kurang kompetensi, keterbatasan sumber daya manusia, tidak ada pembaruan standar operasional prosedur serta biaya dan manfaat.
This study aims to evaluate the system of internal control of accounts receivable at PT ABC Finance Branch Yogyakarta. Accounts receivable are the source of income from a current asset derived from credit sales activities and must be controlled properly by the company. Companies must understand the accounts receivable procedures in order to minimize the risk of bad debts and fraud that occurs if the accounts receivable does not record the payment of accounts receivable from consumers, not deposit money received, postponed the recording of receivables, and perform cash lapping. Therefore, internal control over receivables is very important for the company to minimize the losses that will occur. One of them internal control system can be done is to divide the task between the recipient of consumer money and the recording of accounts receivable until the authorization in credit approval. This study uses qualitative descriptive of internal control which refers to the COSO 2013 framework on internal control elements. The sample uses purposive sampling technique. Techniques in collecting data using questionnaires, interviews, observation and documentation. The result of the research shows that the overall internal control of the accounts receivable is adequate. However, there are several inhibiting factors for internal control, namely central policy, lack of competence, limited human resources, no standard operating procedure updates and costs and benefits
Kata Kunci : Pengendalian Internal, Piutang Usaha, COSO 2013