EVALUASI KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN DI DESA WONOKERTO, KECAMATAN TURI, KABUPATEN SLEMAN DENGAN ANALISIS MULTI KRITERIA
LINTANG, Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs.;Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANKawasan rawan bencana merupakan kawasan yang memiliki potensi tinggi mengalami bencana baik akibat kondisi geografis, geologis, demografis maupun kegiatan manusia. Desa Wonokerto masuk kedalam Kawasan Rawan Bencana 1 (KRB 1) yang merupakan kawasan paling beresiko terkena dampak bencana, khususnya erupsi Gunung Merapi. Resiko bencana di kawasan ini bisa bertambah dikarenakan banyaknya variasi penggunaan lahan. Untuk mengurangi resiko terjadinya bencana dilakukan evaluasi dan penataan penggunaan lahan yang sesuai dengan kondisi lahannya. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi penggunaan lahan di Desa Wonokerto serta merekomendasikan penggunaan lahan yang sesuai dengan kondisi di Desa Wonokerto. Penggunaan lahan Desa Wonokerto diidentifikasi dari data kepemilikan lahan dan Citra Basemaps ArcGIS 10.1 berdasarkan klasifikasi SNI. Akurasi hasil klasifikasi diuji menggunakan Kappa Statistic. Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan dilakukan menggunakan analisis multikriteria dengan Prinsip, Kriteria, dan Indikator yang disusun berdasarkan interpretasi dari Hardjowigeno dan Widiatmaka (2007), Peraturan Menteri Pertanian No. 79 Tahun 2013 tentang Pedoman Kesesuaian Lahan pada Komoditas Tanaman Pangan dan Hendro Sunarjono (2013) tentang Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah. Evaluasi dilakukan pada LMU (satuan peta lahan). Sampel penelitian adalah satuan lahan yang diambil menggunakan metode Multistage Random Sampling. Hasil evaluasi penggunaan lahan di Desa Wonokerto dari 19 LMU terdapat 11 LMU yang sesuai dengan luasan 102,1414 ha (54,93 %) dan 8 LMU tidak sesuai dengan luasan 83,7999 ha (45,07 %). Pada kondisi aktual penggunaan lahan yang tidak sesuai berupa kebun, tanah kosong, sawah, tegalan dan pemukiman. Tanah kosong direkomendasikan untuk diubah menjadi penggunaan lahan hutan atau kebun.
Disaster-prone area is an area which has high potential disturbance due to the effect of geography, geology, demography, and human activities. Wonokerto is a village which classified as high disaster-prone area, due to Merapi eruption, and the risk is increased by its land use variation. In order to reduce the risk of disaster, it is important to evaluate the land use suitability. This study aims to identify and evaluate the land use of Wonokerto Village, and directed to formulate the suitable land use alternatives. Land use system in Wonokerto was identified by mapping land ownership and interpretation of Satelite Image Basemaps ArcGIS 10.1 referring to the SNI classification. The interpretation accuracy was examined by Kappa Statistic test and Multicriteria analysis is apply to evaluate land use suitability. Some Principles, Criteria, and Indicators was developed based on interpretation of Hardjowigeno and Widiatmaka (2007), Regulation of Ministry Agriculture no.79 of 2013 about the guidance of land suitability evaluation for crops, and study of Sunarjono (2013) related to Cultivation for 26 Fruits Species. The evaluation was conducted on LMUs (Land Mapping Units) and the samples are land units in LMUs which determined by Multistage Random Sampling. The result showed, there were 11 LMUs which had suitable land use (102,1414 hectares or 54,93%) and eight LMUs are not suitable (83,7999 hectares or 45,07%). The unsuitable land use were garden, vacant land, rice field, dry land, and settlement. The vacant lands are recomended for community forests or gardens.
Kata Kunci : Karakteristik Lahan, Kemampuan Lahan, Prinsip, Kriteria, Indikator;Land Characteristics, Land Capability, Principles, Criteria, Indicators