ASSESSING IMPLEMENTATION FIDELITY OF TB CONTACT SCREENING AND PROVISION OF ISONIAZID PREVENTIVE THERAPY FOR UNDER 5 YEARS IN PRIMARY HEALTH CARE IN DILI, TIMOR LESTE
Josefina Clarinha Joao, dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D.; dr. Ari Probandari, MPH. PhD.
2018 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah salah satu infeksi yang menyerang anak-anak di seluruh dunia. Saya t menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, terutama pada bayi dan anak kecil. Oleh karena itu WHO saat ini merekomendasikan penyelidikan kontak pada populasi berisiko tinggi seperti anak-anak berusia di bawah 5 tahun dan WHO juga merekomendasikan menawarkan IPT setidaknya untuk enam bulan untuk semua anak di bawah lima tahun yang memiliki kontak rumah tangga dengan infeksi Kasus TB. Kesetiaan implementasi program ini sangat penting untuk memastikan bahwa instruksi telah dilaksanakan sebagaimana dimaksud dalam pedoman NTP dan membantu dalam penentuan keefektifan intervensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi kesetiaan skrining kontak TB dan penyediaan terapi pencegahan isoniazid (IPT) selama kurang dari 5 tahun di PHC di Dili, Timor Leste. Metode: Penelitian ini menggunakan desain sekuensial eksploratif metode campuran, yang terdiri dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan untuk menilai kepatuhan staf kesehatan menuju pedoman dan untuk mengeksplorasi hambatan pelaksanaan program. Survei cross sectional digunakan sebagai pendekatan kuantitatif. Ini dinilai kualitas pengiriman dan tanggapan orang tua terhadap program. Hasil: Wawancara dilakukan pada 7 kepala Puskesmas dan koordinator program TB, 5 dokter dan perawat 1 TB. Para peserta untuk survei adalah 148 orang tua dari anak-anak yang melakukan kontak dengan pasien SS +. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepatuhan terhadap pedoman tampaknya dipengaruhi oleh faktor pribadi pekerja kesehatan sebagai keterampilan dalam konseling, strategi untuk memfasilitasi implementasi seperti ketersediaan sumber daya manusia, sumber keuangan, transportasi dan strategi pemantauan, dan faktor pasien. Itu kualitas pengiriman ketersediaan, komunikasi dan informasi, pasien-penyedia interaksi dan konseling, dan hubungan TB-HIV perlu ditingkatkan. Menurut survei minat dan keterlibatan orang tua terhadap program cukup moderat PHC pemerintah yang menghasilkan tingkat kepuasan yang moderat dari implementasi program-programnya. Kesimpulan: Kesetiaan implementasi skrining kontak TB dan pemberian IPT selama kurang dari lima tahun dalam dimensinya seperti kepatuhan terhadap pedoman, frekuensi, kualitas pengiriman dan respon pasien adalah moderat dalam PHC pemerintah.
Background: Tuberculosis (TB) is one of the infections affecting children worldwide. It causes significant morbidity and mortality, especially in infants and young children. Therefore The WHO currently recommends contact investigation in high-risk populations like children aged under 5 years and WHO also recommends offering IPT for at least six months to all children below five years of age who have household contact with an infectious TB case. Implementation fidelity of this program is very important to ensure that instruction has been implemented as intended in NTP guideline and helps in the determination of intervention effectiveness. Objective: This study aims to assess implementation fidelity of TB contact screening and provision of isoniazid preventive therapy (IPT) for under 5 years in PHC in Dili, Timor Leste. Method: This study used mixed method exploratory sequential design, which consists of qualitative and quantitative approach. Qualitative study was conducted to assess adherence of health staff towards the guideline and to explore the barriers of program implementation. Cross sectional survey used as quantitative approach. It assessed quality of delivery and parents responsiveness towards the programs. Result: The interview was done to 7 heads of PHC and coordinators of TB program, 5 doctors and 1 TB nurse. The participants for the survey were 148 parents of the children who had contact with SS+ patient. The finding of the study reveals that adherence to the guidelines seems to be affected by the health workers personal factor as skills on counselling, the strategy to facilitate the implementation like the the availability of human resources, financial resources, transportation and the monitoring strategy, and the patient factors. The quality of delivery in availability, communication and information, patient-provider interaction and counselling, and TB-HIV relationship is need to be improved. According to the survey the interest and engagement of the parents towards the programs are moderate in government PHC which produces a moderate level of satisfaction of the implementation of the programs. Conclusion: The fidelity of implementation of TB contact screening and the provision of IPT for under five years in its dimensions like the adherence to the guideline, the frequency, quality of delivery and patient responsiveness is moderate in government PHC.
Kata Kunci : TB Pediatrik, skrining TB, terapi pencegahan isoniazid dan kesetiaan implementasi, Pediatric TB, TB contact screening, isoniazid preventive therapy and implementation fidelity