HUBUNGAN ANTARA KETIDAK TERATURAN MAKAN DAN POLA KONSUMSI TINGGI LEMAK DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA REMAJA PUTRI DI SALAH SATU SMA KOTA YOGYAKARTA YANG TERPILIH
SILVIA DOHAN K, Dr.dr.Neneng Ratnasari SpPD-KGEH.; Prof.dr. Siti Nurdjanah SpPD-KGEH
2018 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Penyakit DalamLatar Belakang :Perubahan gaya hidup dan pola makan menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan pencernaan,salah satunya dispepsia. Sindrom dispepsia merupakan masalah yang sering ti mbul pada remaja putri. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketidakteraturan makan dan pola konsumsi tinggi lemak dengan kejadian sindrom dispepsia pada remaja putri di salah satu SMA kota yogyakarta yang terpilih. Metode :Penelitianmenggunakanrancangancross sectional.Responden adalah 302 remaja putri di salah satu SMA Kota Yogyakarta yang terpilih yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan pengisian kuisoner SF-NDI,ketidakteraturan makan serta FFQ-SQ. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat (tabel) dan bivariat menggunakan uji chi-square test. Hasil : Didapatkan 75% remaja putri di SMAN 11 Yogyakarta mengalami sindrom dispepsia. Responden yang tidak teratur makan yang mengalami sindrom dispepsia sebanyak 89,4% ,pada uji chi-square test didapatkan p-value 0,001. OR 13,29 IK (min 7,129 - maks 24,562)pada ketidakteraturan makan dalam menyebabkan sindrom dispepsia dan p-value 0,457. OR 1,244 IK (min 0,7 - maks 2,211)pada pola konsumsi makanan tinggi lemak dalam menyebabkan sindrom dispepsia. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa responden dengan kebiasaan makan tidak teratur memiliki risiko sindrom dispepsia sebanyak 13 kali dibandingkan responden yang makan teratur. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara ketidakteraturan makan dengan kejadian sindrom dispepsia pada remaja putri di salah satu SMA kota yogyakarta yang terpilih dan tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan tinggi lemak dengan kejadian sindrom dispepsia.
Background : The changes of lifestyle and eat pattern become one of the causes digestive problem such as dyspepsia. Dyspepsia syndrome is the most problem digestive in adolescent girls Purpose : The aim of this study is to determine the relationship between eating disorders and high fat food consumption with dyspepsia syndrome that occurance in adolescent girls at one of senior high school of Yogyakarta that chosen. Method : The research use cross sectional design. The subjects were 302 adolescent girls at one of senior high school of Yogyakarta that chosen with the inclusion criteria. The data collection used SF-NDI, eating disorders and FFQ-SQ quisoner. The variabel was analyzed statistically by chi-square test. Results : Obtained that 75% ad olescent girls at SMAN 11 Yogyakarta have dyspepsia syndrome. The subject with eating disorders that have dyspepsia syndrome 89,4%.The chi-square test obtained p-value 0,001. OR 13,29 IK (min 7,129 - maks 24,562)in eating disorders and p-value 0,457 OR 1,244 IK (min 0,7 - maks 2,211)in food consumption of high fat patterns with dyspepsia syndrome. We can conclused the subject with eating disorders have 13 time risk of dyspepsia syndrome. Conclusion : There is a significant correlation between eating disorders with dyspepsia syndrome in adolescent girls at one of senior high school of Yogyakarta that chosen and no correlation between food consumption of high fat patterns with dyspepsia syndrome.
Kata Kunci : Sindrom dispepsia, ketidakteraturan makan, konsumsi tinggi lemak, remaja putri SMA Kota Yogyakarta, Dyspepsia syndrome, eating disorders, high fatty food consumption,adolescent girls at Yogyakarta high school