Laporkan Masalah

Kinerja Usaha Perikanan Tangkap Tradisional Berkelanjutan Di Kabupaten Kubu Raya

SIGIT SUGIARDI, Dr. Jamhari, S.P., M.P.

2018 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja usaha perikanan tradisional di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif di Kecamatan Kubu, Padang Tikar dan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, dengan pertimbangan lokasi tersebut merupakan lokasi pemberdayaan CCDP-IFAD di Kabupaten Kubu Raya. Model analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan program WarpPLS (Partial Least Square development). Berdasarkan hasil analisis SEM dari pengukuran model (outer model) diketahui bahwa semua indikator signifikan mengukur variabel penelitian. Hasil pengujian juga menunjukkan indikator paling kuat dalam mengukur variabel Karakterstik Individu Nelayan (X1) adalah penguasaan teknologi (X1.4) dengan nilai loading factor sebesar 0.349. Pada variabel Peraturan dan Kebijakan Pemerintah (X2) indikator pengukur paling kuat adalah kebijakan tata ruang wilayah (X2.1) dengan nilai loading factor sebesar 0.373. Pada variabel Lingkungan Ekonomi (X3), indikator pengukur paling kuat adalah kemudahan aksesibilitas pencapaian terhadap pasar input dan output (X3.4) dengan nilai loading factor sebesar 0.377. Pada variabel Lingkungan Sosial Budaya (X4), indikator pengukur paling kuat adalah Persepsi hubungan emosional dan ketergantungan nelayan pada patron/juragan/taoke (X4.4) dengan nilai loading factor sebesar 0352. Pada variabel Pemberdayaan (X5), indikator pengukur paling kuat adalah diseminasi penyuluhan tentang pengelolaan hutan bakau (X5.2) dengan nilai loading factor sebesar 0.214. Pada variabel Kapasitas Manajerial (X6), indikator pengukur paling kuat adalah pentingnya pengawasan hasil penanaman pohon bakau dalam pengelolaan ekosistem (X6.4) dengan nilai loading factor sebesar 0.261. Pada variabel Keberlanjutan Usaha (X7), indikator pengukur paling kuat adalah peningkatan penggunaan jaring ramah lingkungan dan melepas induk ikan/kepiting yang bertelur dan ukuran dibawah 200 gr (X7.5) dengan nilai loading factor sebesar 0.333. Pada variabel Kinerja Usaha Perikanan Tangkap Tradisional (Y), indikator pengukur paling kuat adalah pendapatan (Y1) dengan nilai loading factor sebesar 0,313. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran struktur model (inner model) hasil analisis SEM, terungkap bahwa pengaruh langsung dari enam variabel dependen (X) lingkungan masing-masing Karakteristik Individu Nelayan (X1), Peraturan dan Kebijakan Pemerintah (X2), Lingkungan Ekonomi (X3), Lingkungan Sosial-budaya (X4), Kapasitas Manajerial Operasi Penangkapan dan Penanganan hasil dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (X6), dan Keberlanjutan Usaha dari Aspek Pengelolaan Ekologi (X7) mempengaruhi langsung terhadap Kinerja Usaha Perikanan Tangkap Tradisional Berkelanjutan (Y), hanya Pemberdayaan (X5) yang tidak secara langsung berpengaruh pada kinerja Usaha Perikanan Tangkap Tradisional (Y). Pada hasil uji pengaruh tidak langsung, diketahui bahwa pengaruh tidak langsung pemberdayaan (X5) terhadap kinerja usaha Perikanan Tangkap Tradisional (Y) signifikan melalui variabel mediasi yaitu peningkatan Kapasitas Manajerial Operasi Penangkapan dan Penanganan hasil dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (X6), dan kegiatan Keberlanjutan Usaha dari Aspek Pengelolaan Ekologi (X7).

This research aims to explain the influence of individual characteristics, external environment (government policy, economic environment and socio-cultural environment), management capacity of fishing and environment operation, empowerment and business sustainability from ecological management aspect to performance of traditional fishing effort of sustainability at Kubu Raya Regency of West Kalimantan Province. The method used in this research is quantitative method. The research location is determined purposively in Kubu, Padang Tikar and Teluk Pakedai Sub-districts of Kubu Raya Regency of West Kalimantan Province, considering the location is the target of CCDP -IFAD in Kubu Raya District. Data analysis model in this research is done by using Structural Equation Model (SEM) approach with assisted WarpPLS program (Partial Least Square development). The result of the measurement model (outer models of the analysis of SEM) notes that all significant indicators measure the variables of the study. The test results also shows the strongest indicator in measuring Individual Fishermen environment variable (X1) is the adoption of technology (X1.4) with a value of loading factor of 0,349. On Government policy and Regulatory variable (X2) the most powerful measuring indicator is the Regional spatial policy (X2.3) with the value of the loading factor of 0,373. On Economic environment variable (X3), the most powerful measuring indicators is the accessibility towards output and input market (X3.4) with a value of loading factor of 0,377. On Social Cultural environment variables (X4), the most powerful measuring indicator is perception on fishermen's emotional relationship and dependency towards their boss (X4.7) and the value of the loading factor of 0,352. On Empowerment variable (X5), the most powerful measuring indicator is the Guidance on the management of mangrove forests: (X5.2) with the value of the loading factor of 0,214. On the managerial capacity variable (X6), the most powerful measuring indicator is the evaluation of the results of the implementation of the mangrove planting in the management of ecosystem (X6.6) with the value of the loading factor of 0,261. On Business Sustainability variable (X7), the most powerful measuring indicator is removing parent fish/crabs that spawn for keeping preserved well captured using bubu or fishing nets (X7.5) with a value of loading factor of 0,333. On the variable of performance of traditional capture fisheries business (Y), the most powerful measuring indicators is the profit (Y2) and the loading factor value of 0,313. Based on the results inner model of the analysis of SEM, it is revealed that the direct influence of the six dependent variables the environment of the individual Fisherman, regulatory and Government policy, environmental economics, a socio-cultural Environment, Managerial Capacity, and the sustainability of the Business aspects of Ecological Management affect directly toward Traditional Capture Fisheries Business Performance, only Empowerment that is not directly influential on performance of traditional Capture Fisheries Business.

Kata Kunci : Kinerja, Usaha Perikanan Tangkap Tradisional Bekelanjutan, Faktor Lingkungan, Pemberdayaan, Metode kuantitatif, SEM

  1. S3-2018-325910-abstract.pdf  
  2. S3-2018-325910-bibliography.pdf  
  3. S3-2018-325910-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2018-325910-title.pdf