Laporkan Masalah

THE EFFECT OF HOSPITAL-ACQUIRED INFECTION ON ADDITIONAL LENGTH OF STAY IN HIGH RISK WARDS DR. SARDJITO GENERAL HOSPITAL YOGYAKARTA

RADITYA KEVIN A T, Dr.dr. Andaru Dahesihdewi, M.Kes., Sp.PK (K); Dr.dr. Osman Sianipar, DMM, MSc., SpPK(K)

2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Background: Infeksi Rumah Sakit (IRS) selalu menjadi masalah klinis serius dan mungkin berdampak pada tagihan di rumah sakit karena penggunan antibiotik tambahan untuk pengobatan dan juga pemanjangan perawatan di rumah sakit. Infeksi yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran kencing, infeksi luka operasi, dan infeksi saluran nafas bawah. Risiko terkena infeksi meningkat pada pasien dengan imunitas lemah, penggunaan alat invasif, serta kontrol infeksi yang kurang baik. Objective: Menentukan perbedaan lama rawat inap antara pasien dengan IRS dan pasien tanpa IRS di ruang risiko tinggi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Method: Penelitian ini menggunakan studi retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien dengan dan tanpa IRS yang dirawat pada periode dan ruangan yang sama. Ruang target adalah ruang rawat intensif dan ruang pasca operasi. Periode studi antara Juli 2014 sampai Juni 2016. Pengumpulan data dilakukan melalui ulasan rekam medis dan dianalisis dengan x2 untuk data proporsi dan independent-t test untuk data numerik. Results: Terdapat 155 pasien dengan IRS dan 155 pasien tanpa IRS di ruang risiko tinggi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dari 155 pasien dengan IRS, terdapat pasien dengan HAP (25 persen), UTI (23 persen), Phlebitis (23 persen), VAP (18 persen), SSI (6 persen), dan Sepsis (5 persen). Tidak ada perbedaan signifikan antara umur, jenis kelamin dan ruang rawat (p lebih besar dari 0,05). Rerata usia pasien dengan IRS adalah 51,35 plus minus 22,51 (1 sampai 89) tahun dan sisanya adalah 48,19 plus minus 15,55 (15 sampai 91) tahun (p lebih besar dari 0,05). Rerata lama rawat inap pasien dengan IRS adalah 16,81 plus minus 11,89 (2 sampai 62) hari dan pasien tanpa IRS adalah 14,31 plus minus 12,19 (3 sampai 60) hari (p lebih besar dari 0,05). Pada ruang rawat intensif, rerata lama rawat inap 45 pasien dengan IRS adalah 24,53 plus minus 14,84 hari dan sisanya 26,44 plus minus 16,58 hari (p lebih besar dari 0,05). Pada ruang pasca operasi, rerata lama rawat inap 110 pasien dengan IRS adalah 13,65 plus minus 8,73 days hari dan sisanya 9,35 plus minus 3,62 hari (p lebih kecil dari 0,001). Kami menemukan lebih banyak pasien dengan penggunaan alat invasif lebih dari 2 pada pasien dengan IRS dibanding dengan pasien tanpa IRS. (91 pasien vs 55 pasien, p lebih kecil dari 0,001). Dari hasil analisis, 87,1 persen pasien dengan IRS memiliki diagnosis utama medis dibandingkan dengan 65,0 persen pasient tanpa IRS, dan 12,9 persen pasien dengan IRS memiliki diagnosis utama operasi dibandingkan dengan 35,0 persen pasien tanpa IRS (p lebih kecil dari 0,001). Conclusion: Tidak ada perbedaan signifikan antara rerata lama rawat inap pasien dengan IRS dan pasien tanpa IRS di ruang risiko tinggi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Namun pada ruang rawat pasca operasi, rerata lama rawat inap pasien dengan IRS lebih panjang dari pasien tanpa IRS, meskipun pada ruang rawat intensif perbedaannya tidak signifikan.

Background: Hospital-Acquired Infection (HAIs) is always a serious clinical problem and may have impacted on the hospital bill payment due to additional antibiotics for the treatment and prolong hospital stay. The most commonly found HAIs are UTI, SSI, and lower respiratory tract infections. The risk of developing HAIs increased in critically ill patients with immune-compromised, invasive devices usage, and poor infection control practices. Objective: To determine the difference of length of stay between patients with HAIs and patients without HAIs in high risk wards Dr. Sardjito General Hospital Yogyakarta. Method: This is a retrospective study. The subjects were patients with and without HAIs, which hospitalized within similar period and wards. Targeted wards were Intensive care wards and post-surgical wards. Study period was July 2014 until June 2016. Data collection was completed by medical record review and analyzed by x2 for proportion and independent-t test for numeric data. Results: We have 155 patients with HAIs and 155 patients without HAIs in the high risk wards Dr. Sardjito General Hospital Yogyakarta. Out of 155 patients with HAIs, we have HAP (25 percent), UTI (23 percent), Phlebitis (23 percent), VAP (18 percent), SSI (6 percent), and Sepsis (5 percent). No significant difference between age, gender, and hospitalization wards (p greater than 0,05). Average age of patients with HAIs are 51,35 plus minus 22,51 (1 until 89) years while the rest are 48,19 plus minus 15,55 (15 until 91) years old (p greater than 0,05). Average LOS among patients with HAIs are 16,81 plus minus 11,89 (2 until 62) days while patients without HAIs are 14,31 plus minus 12,19 (3 until 60) days (p greater than 0,05). In Intensive Care wards, average LOS of 45 patients with HAIs are 24,53 plus minus 14,84 days and the rest are 26,44 plus minus 16,58 days (p greater than 0,05). In post-surgical wards, average LOS of 110 patients with HAIs are 13,65 plus minus 8,73 days and the rest are 9,35 plus minus 3,62 days (p less than 0,001). We found more patients with more than 2 invasive device in patients with HAIs compared to patients without HAIs (91 patients vs 55 patients, p less than 0,001). From the analysis, 87,1 percent of patients with HAIs had medical main diagnosis compared to 65,0 percent of patients without HAIs, and 12,9 percent of patients with HAIs had surgical main diagnosis compared to 35,0 percent of the patients without HAIs (p less than 0,001). Conclusion: No significant difference of average length of stay between patients with HAIs and patients without HAIs in high risk wards Dr. Sardjito General Hospital Yogyakarta. However, in the post-surgical wards, the average length of stay of patients with HAIs is longer than patients without HAIs while in the Intensive Care Wards, the difference is not significant.

Kata Kunci : Additional Length of Stay, Hospital-Acquired Infections, Intensive Care, Post-Surgical, HAIs

  1. S1-2018-362210-abstract.pdf  
  2. S1-2018-362210-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-362210-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-362210-title.pdf