Laporkan Masalah

Pengaruh Sinkronisasi Estrus Menggunakan Variasi Teknik Aplikasi PGF2α Terhadap Tingkat Kebuntingan Kambing

ANNA NURUL MARDHIYAH, drh. Agung Budiyanto, M.P.,Ph.D

2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Kebuntingan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah teknik sinkronisasi estrus. Sinkronisasi estrus bertujuan untuk penyerentakan estrus dan perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik aplikasi PGF2α terhadap tingkat kebuntingan kambing. Penelitian ini dilakukan dengan menyeleksi kambing betina. Kambing betina yang digunakan sebanyak 14 ekor. Kriteria kambing adalah sehat, tidak bunting, berat badan 35-50 kg dan sudah pernah partus. Kambing dibagi dalam 2 kelompok teknik aplikasi PGF2α. Kelompok 1 secara intramuscular dan kelompok 2 secara intravaginal spons. Data yang diambil yaitu tingkat kebuntingan pada kambing. Data kemudian diolah menggunakan metode Chi-Square dalam SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebuntingan kelompok yang disinkronisasi secara intramuscular sebesar 71,42% dan kelompok intravaginal spons sebesar 42,85%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi teknik aplikasi sinkronisasi estrus dengan PGF2α dapat memberikan hasil estrus yang bagus dan terjadi kebuntingan dengan menggunakan metode intramuscular dan intravaginal spons. Kedua teknik aplikasi ini dapat digunakan dalam program sinkronisasi pada kambing dengan hasil kebuntingan yang baik.

Pregnancy influenced by several factors, one of which is estrus synchronization technique. The estrous synchronization aims to synthesize estrous and breeding. This study aims to determine the effect of application of PGF2α on goat pregnancy rate. This research was done by selecting female goat. Goat criteria were healthy, not pregnant, weight 35-50 kg and has ever been pregnant. This study used 14 female goats divided into two treatment groups. The first group was Intramuscular, the second group was intravaginal sponge. The data taken were the level of pregnancy in goats. Then the data were analized statiscaly using Chi-square method in SPSS 23. The results showed that the group's pregnancy rate that synchronized intramusculary was 71,42% and intravaginal sponge group was 42,85%. Based on this research it can be concluded that variation of estrous synchronization application techniques of PGF2α can give good estrous result and pregnancy by using intramuscular and intravaginal spons. These application techniques can be used on goat synchronization program with a good pregnancy outcome.

Kata Kunci : kambing, estrus, sinkronisasi estrus, intramuscular, intravaginal spons, kebuntingan.

  1. S1-2018-367816-abstract.pdf  
  2. S1-2018-367816-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-367816-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-367816-title.pdf