Angka Kejadian Penyakit Pada Pasien Hewan Eksotik Di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi Periode Januari - Agustus 2017
PARUMAL,LOHANTHIRA KUMAAR, Drh. Slamet Raharjo, MP.
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPenelitian angka kejadian penyakit pada pasien di Rumah Sakit Hewan dapat dipakai sebagai acuan atau data base pasien, serta untuk dasar dalam edukasi klien dan antisipasi penangan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian penyakit pada pasien hewan eksotik di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi periode Januari sampai Agustus 2017. Penelitian dilakukan dengan metode retrospektif dengan sumber data medical record pasien hewan eksotik di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi periode Januari sampai Agustus 2017. Pemasukan data menggunakan program Microsoft Excel. Data yang terkumpul selanjutnya dikelompokkan berdasarkan gangguan per sistem organ, dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total pasien hewan eksotik periode Januari sampai Agustus 2017 adalah 171 pasien, dengan rincian 15 pasien hewan eksotik sehat dan 156 pasien hewan eksotik sakit.Pasien sebanyak 41 mengalami penyakit integumen, gangguan lain seperti vulnus, trauma dan lain-lain terdapat pada 47 pasien hewan eksotik, penyakit sistem respirasi dengan 18 pasien, sebanyak 26 pasien mengalami penyakit gastrointestinal. Gangguan reproduksi dan uropoetika memiliki angka 10 pasien memiliki angka lebih rendah daripada gangguan saraf dan lokomosi dengan 14 pasien pada tahun 2017 selama periode Januari sampai Agustus 2017. Kasus yang terbanyak adalah gangguan lain pada burung yang berupa malnutrisi, gangguan integumen pada kelinci berupa scabies, gangguan gastrointestinal pada burung berupa enteritis, gangguan respirasi pada kura-kura yang berupa pneumonia, gangguan saraf dan lokomosi pada burung berupa fraktur, dan gangguan reproduksi dan uropoetika pada kura-kura berupa bladder stone. Dari penelitian ini boleh disimpulkan bahwa manajemen pemeliharaan sangat mempengaruhi angka kejadian penyakit pada hewan eksotik sehingga mahasiswa, dokter hewan, maupun pemilik hewan eksotik harus memahami faktor predisposisi penyakit dan hubungannya dengan kejadian gangguan sistem organ.Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk hasil yang lebih akurat.
Research on the incidence of diseases in patients in Animal Hospital can be used as a reference or patient data base, as well as for a basis in client education and anticipation of patient handling. The purpose of this study is to determine the incidence rate of disease in exotic animal patients in Animal Hospital Prof. Soeparwi period January-August 2017. The research was conducted by retrospective method with medical record data source of exotic animal patient in Animal Hospital Prof. Soeparwi period January to August 2017. The collected data then grouped into systemic disorders. The results showed the total number of exotic animal patients in the period of January - August 2017 is 171 patients, with 15 healthy exotic animal patients and 156 exotic animal ill patients. There are 41 patients with integumentary diseases, other disorders such as vulnus, trauma and others were present in 47 exotic animal patients, respiratory system disease in 18 patients, 26 patients with gastrointestinal disease. Reproductive and uropoetic disorders with 10 patients that lower than neurological and locomotion disorders with 14 patients in the period of January to August 2017. Most cases are found with birds with malnutrition disorders, integument disorder in rabbits in the form of scabies, gastrointestinal disorders in birds in the form of enteritis, respiratory disorders in tortoises in the form of pneumonia, neurological and locomotion disorders in birds in the form of fractures, reproductive and uropoetika disorders in tortoise in the form of bladder stone. From this study can be concluded that captive management effects the incidence rate of disease in exotic animals so that students, veterinarians, or exotic animal owners should understand the predisposing factors of the disease and its relationship to the incidence of systemic disorders. More research is needed for more accurate results.
Kata Kunci : angka kejadian, hewan eksotik, gangguan sistem organ, RSH Prof. Soeparwi