CLINICAL AND PATHOLOGICAL PROFILE OF MELANOMA IN dr. SOERADJI TIRTONEGORO HOSPITAL 2011-2017
RAKAI HUDOYOJATI, dr.Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D, Sp. PA; dr. Dyah Ayu Mira Oktarina, Ph.D, Sp.KK.
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Melanoma adalah penyakit kanker paling mematikan di antara kanker kulit lainnya, seperti karsinoma sel basal (KSB) dan karsinoma sel skuamosa (KSS). Namun, kejadiannya merupakan yang terjarang di antara kanker kulit lainnya. Provinsi Jawa Tengah memiliki kasus kanker terbanyak di Indonesia. Profil tentang melanoma diprovinsi tersebut belum diketahui. Menjadi salah satu dari rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Jawa Tengah, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Soeradji Tirtonegoro di Klaten dapat menggambarkan profil melanoma di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan profil klinikopatologis dari melanoma di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Provinsi Jawa Tengah tahun 2011-2017. Metode: Data dikumpulkan dari rekam medis elektronik pasien dengan melanoma di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2011-2017. Terdapat total 21 kasus yang terdiagnosis sebagai melanoma. Data klinis dan patologis dari kasus-kasus tersebut kemudian dianalisis. Hasil: Pada dasarnya, insidensi melanoma mengalami fluktuasi sejak tahun 2011. Namun, jumlah kasus meningkat sejak tahun 2015. Melanoma lebih sering ditemukan pada laki-laki (52,38%) dan lebih sering ditemukan pada lansia dengan umur 61-79 tahun (61,9%). Melanoma kulit kebanyakan didapatkan pada extremitas bawah (26,6%) dengan tipe nodular (56%). Kebanyakan memiliki lesi yang lebar dan besar, dengan diameter 11-20 mm (43,75%) dan kedalaman lebih dari 4 mm (81%). Kebanyak sudah berada di stadium 2 (52%). Beberapa metastasis ditemukan. Namun, beberapa kasus metastasis merupakan hasil rujukan dari rumah sakit lain. Kesimpulan: Di RSUP dr. Soeradji Tirtonego, insidensi melanoma mengalami fluktuasi. Kebanyakan pada pria diatas 60 tahun. Kebanyakan kasus merupakan melanoma kutan berjenis nodular pada extremitas bawah dengan tampilan yang besar dan dalam. Ada beberapa keterbatasan pada studi ini, seperti lokasi yang hanya dilakukan di Klaten, yang merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk hasil yang lebih baik mengenai profil melanoma untuk Provinsi Jawa Tengah, seperti studi pada rumah sakit lain di kota lain yang dapat menggambarkan profil melanoma di Provinsi Jawa Tengah.
Background: Melanoma is the deadliest cancer amongs other skin cancer such as basal cell carcinoma (BCC) and squamous cell carcinoma (SCC). Meanwhile, its appear to be the least common in presence of all the skin cancer. Central Java Province has the highest cases of cancer in Indonesia. The profile of melanoma in this province has not been known yet. As one of the biggers refferal hospital in Central Java Province, dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Klaten may represent melanoma profile data in this province. Objectives: To elucidate the clinicopathological profile of melanoma in dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Klaten in 2011-2017. Method: Data were collected from the electronical medical record of patient with melanoma in dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Klaten in 2011-2017. A total of 21 cases were diagnosed as melanoma and their clinical and pathological data were analyzed. Result and Discussion: Generally, melanoma incidence was fluctuating since 2011. But, it is found increasing since 2015-2017. Melanoma was more commonly found in male (52,38%). It mostly occured in 61-79 year old people (61.90%). The most of cutaneus melanoma found in lower extremity (26,6) with nodular type as predominant type(56%). Most of the case has wide and big lesion, with diameter 11-20 mm (43,75%) and thickness more than 4 mm (81%). Also mostly was in stage 2 (52%). A few metastatic cases has been founded. Meanwhile some of the cases were metastasized from the cases which been examined in other hospital. Conclusion: In dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, incidence of melanoma is generally fluctuative, but increasing since 2015. It is more commonly in older male. Most of the cases was nodular cutaneus melanoma in the lower extremitywith thick and big appearance. There are a lot of limitation in this study, such as the location that only been taken place in Klaten, as one of the city in Central Java Province. Further study is required for better result and understanding regarding to melanoma profile for Central Java Province, such as study in different hospital in other city that represent the profile of melanoma in Central Java Province.
Kata Kunci : Melanoma, Clinical, Pathological, Klaten