Laporkan Masalah

PENGETAHUAN REMAJA LAKI-LAKI DAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

NADIA RAHMAWATI, Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S.; Wiwin Lismidiati S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat

2018 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) yang terjadi pada remaja terutama remaja laki-laki memiliki kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Indonesia merupakan salah satu Negara di Asia yang memiliki tingkat kejadian IMS cukup tinggi yakni sebesar 7,4%50% pada tahun 2007. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian IMS pada remaja lakilaki di Indonesia adalah karena kurangnya pengetahuan remaja tentang IMS, yang nantinya akan berpengaruh terhadap kebutuhan pendidikan kesehatan dari remaja terutama remaja laki-laki. Tujuan: Mengetahui pengetahuan remaja laki-laki dan kebutuhan pendidikan kesehatan tentang IMS di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, dengan total sampel sebanyak 418 siswa laki-laki kelas XII SMA. Penelitian ini dilakukan di SMA wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan September-November 2017. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disusun oleh peneliti untuk mengukur pengetahuan remaja laki-laki dan kebutuhan pendidikan kesehatan tentang IMS yang telah diuji validitas <0,05, dan terbukti reliabilitas karena >0,7. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden 17 tahun sebanyak 61,5%, sumber informasi terbanyak adalah pelajaran di sekolah sebesar 67,2%, 90,7% siswa tinggal bersama orang tua dan hasil pengetahuan remaja laki-laki di DIY baik sebesar 61% dan buruk sebesar 39%. Variabel luar yang berhubungan dengan pengetahuan adalah sumber informasi dengan p=0,001 (p<0,05), materi yang ingin diketahui remaja laki-laki dalam pendidikan kesehatan tentang IMS adalah pencegahan yang dilakukan sebesar 81,8% dan 54,8% memilih media audiovisual sebagai metode yang diinginkan. Kesimpulan: Peran dari dunia pendidikan merupakan salah satu yang memiliki pengaruh sangat besar dalam memberikan informasi tentang IMS kepada remaja laki-laki, adanya kerjasama antara pemerintah dengan dinas kesehatan dan pihak-pihak terkait akan meningkatkan pengetahuan remaja laki-laki. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penyuluhan kesekolah-sekolah terutama tentang pencegahan IMS dan menggunakan media audiovisual, selain dari dinas terkait peran dari masyarakat dan keluarga terutama orang tua akan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan remaja laki-laki.

Background: Sexually Transmitted Infections (STI) that occurs in teenagers, especially adolescent boys tend to increase every year. Indonesia is one of the countries in Asia which has a high rate of STI incidence of 7,4% -50% in 2007. One of the causes of high rates of STI incidence in adolescent boys in Indonesia is due to the lack of knowledge of adolescents about STI, which will affect the health education needs of teenagers, especially adolescent boys. Objective: To know the knowledge of adolescent boys and health education needs about STI in Special Region of Yogyakarta. Method: This research is a descriptive study with cross sectional design, with total sample of 418 male students of 12th grade. This research was conducted in several Senior High Schools in the Special Region of Yogyakartain September-November 2017. The instrument used was questionnaires prepared by researchers to measure the knowledge of adolescent boys and health education needs of STI that have been tested for validity <0,05, and proven reliability > 0,7. This study used univariate, bivariate and multivariate analysis. Results: The findings showed that the average age of respondents 17 years old as 61,5%, the most source of information is from the lessons in school by 67,2%, 90,7% of students living with parents and the results of knowledge of adolescent boys in Special Region of Yogyakartaboth 61% and bad by 39%. External variables related to knowledge are the source of information with p = 0,001 (p <0,05), the material that the adolescent boys wants to know in health education about STI is prevention done 81,8% and 54,8% choose media audiovisual as the desired method. Conclusion: The role of the education is one that has a great influence in providing information about STI to adolescent boys, the cooperation between the government and the health service and related parties will increase the knowledge of adolescent boys. One of the efforts that can be done is with school-elucidation, especially about the prevention of STI and using audiovisual media, apart from the related offices the role of the community and family, especially parents will greatly affect the knowledge of adolescent boys.

Kata Kunci : Pengetahuan, Remaja laki-laki, Kebutuhan Pendidikan Kesehatan, Infeksi Menular Seksual, Knowledge, Adolescent Boys, Health Education Needs, Sexually Transmitted Infections.

  1. S2-2018-388306-abstract.pdf  
  2. S2-2018-388306-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-388306-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-388306-title.pdf