THE INFLUENCE OF PERCEIVED WORK-LIFE BALANCE ON TURNOVER INTENTION AMONG WORKING MOTHERS IN JAKARTA AND YOGYAKARTA
YUSTIA EKARINA M S, Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.
2018 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance yang dirasakan ibu yang bekerja terhadap niat mereka untuk berhenti dari pekerjaan. Ibu yang bekerja di Indonesia mengalami konflik berat antara peran normatif mereka sebagai ibu dan keinginan mereka untuk mencapai karier yang sukses. Penelitian ini secara khusus meneliti ibu-ibu yang bekerja di dua kota penting di Indonesia, Jakarta dan Yogyakarta. Studi ini mengasumsikan bahwa Jakarta dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tingkat migrasi yang tinggi, kemacetan dan besarnya tuntutan perusahaan membuat pengaruh negatif antara work-life balance yang dirasakan dan keinginan untuk keluar dari perusahaan lebih kuat jika dibandingkan dengan Yogyakarta. Purposive sampling dilakukan dan berhasil mengumpulkan 211 respon secara keseluruhan, dengan 100 respon dari ibu yang bekerja di Yogyakarta dan 111 respond lainnya dari ibu yang bekerja di Jakarta. Analisis regresi linier sederhana membuktikan bahwa work-life balance yang dirasakan ibu yang bekerja berpengaruh negatif terhadap keinginan keluar dari perusahaan (Sig. = 0,000). Namun, uji independent sample t-test membuktikan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh perceived work-life balance terhadap turnover intention yang signifikan pada ibu yang bekerja di Jakarta dan Yogyakarta (Sig = 0,585). Implications of the result to theory and practiced are discussed.
This research aims to analyse how the perceived work-life balance of working mothers affect their intention to quit their job. Working mothers in Indonesia experienced severe conflicts between their normative role as mother and their desire to achieve a successful career. This study specifically examines working mothers in two important cities of Indonesia, Jakarta and Yogyakarta. This study infers that Jakarta with its high economic growth, high rates of inbound migration, congestion and high company demands leads to a stronger negative influence between the perceived work-life balance and turnover intention compared to Yogyakarta. Purposive sampling is conducted and successfully collect 211 responses in total, with 100 responses comes from working mothers in Yogyakarta and the other 111 responses from working mothers in Jakarta. Simple linear regression analysis proves that perceived work-life balance negatively influence the turnover intention of working mothers (Sig. = 0.000). However, independent sample t-test analysis on the regression ratio suggests that there is no significant difference between working mothers in Jakarta and Yogyakarta on the strength of the influence (Sig. = 0.585).
Kata Kunci : perceived work-life balance, turnover intention, working mothers