Profil Perawatan Paliatif Pasien Leukemia Anak di RSUP dr. Sardjito
SAMALALITA RAHMATINA, Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp. A (K); dr. Eggi Arguni, M.Sc, Ph.D, Sp.A; Dr. dr. Sudadi, Sp.An., KNA, KAR
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Perawatan paliatif pada anak-anak masih jarang diteliti terutama di negara berkembang seperti Indonesia padahal perawatan paliatif yang dilaksanakan pada anak-anak berbeda dengan perawatan paliatif pada orang dewasa. Salah satu kategori anak yang memerlukan perawatan paliatif adalah anak dengan kanker. Leukemia merupakan kanker dengan prevalensi terbesar pada anak-anak. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik, prevalensi tanda dan gejala, frekuensi tanda dan gejala, serta keterlibatan tim multidispliner dalam perawatan paliatif pasien leukemia anak di RSUP dr. Sardjito. Metode: Penelitian retrospektif-deskriptif dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien berusia kurang dari 18 tahun yang didiagnosis leukemia pada tahun 2015 di RSUP dr. Sardjito. Hasil: 48 pasien dari seluruh 98 pasien leukemia anak yang didiagnosis tahun 2015 diambil datanya, 2 orang tidak mengikuti kemoterapi sehingga didapatkan 46 pasien yang datanya dapat dianalisis. Sebanyak 34 pasien merupakan pasien LLA, 20 pasien berusia berusia 1-4 tahun, dan 26 pasien berjenis kelamin perempuan. Tanda dan gejala dengan prevalensi tertinggi adalah demam (40 pasien), nyeri (38 pasien), mual (32 pasien), dan muntah (27 pasien). Fase induksi memiliki prevalensi tanda dan gejala tertinggi dibanding fase lainnya. Tiga tenaga kesehatan yang selalu terlibat dalam perawatan paliatif adalah residen pediatrik/dokter spesialis anak/konsultan anak, perawat, dan dokter spesialis anestesi. Kesimpulan: Fase induksi memiliki prevalensi tanda dan gejala tertinggi dibanding fase lain sehingga memerlukan perawatan paliatif.
Background: Palliative care on children is rarely researched especially in developing countries such as Indonesia. Children with cancer is one of the groups that needs palliative care. In this case, leukemia is the most prevalent cancer happening during childhood. This study on palliative care on children becomes important due to its difference from palliative care done on adult. Objective: To determine the characterictics, sign and symptoms prevalence, sign and symptoms frequency, and multidisciplinary team involved in palliative care to childhood leukemia patient in dr. Sardjito Hospital. Methods: This was retrospective-descriptive study with cross sectional design using secondary data from medical records of patient under 18 years old diagnosed with leukemia in 2015 in dr. Sardjito Hospital. Results: 48 patients from all 98 patients diagnosed with childhood leukemia in 2015 had their data taken. Since 2 patient did not undergo chemotherapy, there were only 46 patients that could be analyzed. 34 patients were acute lymphoblastic leukemia patients, 20 patients were 1-4 years old, 26 patients were girls. The most prevalents sign and symptoms were fever (40 patients), pain (38 patients), nausea (32 patients), and vomiting (27 patients). Induction phase had the highest signs and symptoms prevalence compared to other phase. Pediatric resident/pediatrics/pediatrics consultant, nurse, and anesthesiologist were always involved in palliative care to children. Conclusion: Induction phase has the highest sign and symptoms prevalence compared to other phase so palliative care is needed on this phase.
Kata Kunci : perawatan paliatif, leukemia, anak