Pengembangan Masyarakat pada Program Pemberdayaan Petani Green Belt PT Semen Gresik Pabrik Tuban
ARI NUR FAIZAH, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANTulisan ini bertujuan untuk melihat proses pengembangan masyarakat melalui program pemberdayaan. Dari penjelasan yang dikemukakan, tulisan ini menentang pandangan dominan bahwa penambangan selalu merusak lingkungan, padahal lahan reklamasi tambang bisa diarahkan untuk memastikan kehidupan masyarakat lokal melalui pengembangan masyarakat. Untuk itu tulisan ini berisi tentang pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh Corporate Social Responsibility PT Semen Gresik Pabrik Tuban melalui program pemberdayaan petani green belt. Pencarian data karya ini dilakukan melalui proses magang. Magang dilakukan di Seksi Bina Lingkungan PT Semen Gresik Pabrik Tuban selama tiga bulan, yaitu bulan April-Juni 2017. Selama magang berlangsung, penulis berkesempatan untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan dan juga evaluasi program Corporate Social Responsibility.Aktor yang ikut berperan dalam proses program diantaranya adalah penerima program dengan jumlah 367 orang petani green belt; manajemen CSR yang terdiri dari Seksi Bina Lingkungan 2 orang dan Seksi Reklamasi Tambang 2 orang; serta pihak BP2KP Tuban sebagai pihak ketiga.Informasi dan data yang dibutuhkan untuk menyusun tulisan ini didapatkan dari olahan hasil diskusi dan wawancara dengan aktor yang terlibat dalam program dan didukung dengan observasi dan dokumentasi selama proses magang berlangsung. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan proses. Pendekatan proses menurut Soetomo (2006) adalah pendekatan pemberdayaan yang memosisikan masyarakat sebagai subyek atau aktor, dalam hal ini proses belajar yang dilakukan untuk meningkatkan inisiatif adalah rangkaian pemantapan kapasitas. Pemantapan kapasitas tersebut berfokus kepada sumber daya manusia yang dituangkan dalam analisis pada setiap tahap pemberdayaan menurut Suharto (2009) diantaranya proses pendekatan, proses identifikasi masalah, proses perumusan program, proses implementasi progran serta proses evaluasi. Proses pemberdayaan petani green bellt yang dilaksanankan oleh CSR PT Semen Gresik Pabrik Tuban dilaksanakan melalui lima tahap, yaitu pendekatan kepada petani calon penerima program, identifikasi masalah, perencanaan program, implementasi dan evaluasi yang pada setiap tahapnya melibatkan masyarakat. Proses pendekatan dilakukan kepada petani di sekitar perusahaan sebagai calon petani green belt. Proses identifikasi dilakukan dengan diskusi kebutuhan baik masyarakat maupun perusahaan. Perencanaan program disusun menitikberatkan pada aspirasi masyarakat. Implementasi program dilaksanakan melalui proses peningkatan kapasitas dengan studi banding di Joglo Tani. Evaluasi dilakukan untuk menentukan keberlanjutan program dan sampai saat ini masih bergulir kepada proses reformasi.
The aim of this paper is to see the process of community development through empowerment programs. This paper againsts the dominant view that mining is always destructive to the environment, even though mine reclamation land can be directed to ensure the livelihood of local communities through community development. This paper tells about community development through green belt farmers empowerment program under Corporate Social Responsibility by PT Semen Gresik Pabrik Tuban. The data of this paper was collected through internship activity. The internship was held in the Environmental Section of PT Semen Gresik Pabrik Tuban for three months, which was from April to June 2017. During the internship, the author had the opportunity to be involved in planning, implementation and evaluation of Corporate Social Responsibility program. The actors who participated in the process of the program were the program beneficiaries (367 people green belt farmers); CSR management (2 Community Development Section and 2 Mine Reclamation Section); and BP2KP Tuban as a third party. The information and data to compile this paper were obtained from discussions and interviews with that actors and supported by observation and documentation during the internship activity. This paper used process approach. According to Soetomo (2006), process aproach is an empowerment approach that positions the community as the subject or actor, in this case the learning process to improve the initiative is a series of capacity stabilization. The capacity stabilization focus on human resources and being outlined in the analysis ofeach stage of empowerment. According to Suharto (2009), the stages of empowerment are process approach, problem identification process, program formulation process, process of program implementation and evaluation process. The empowerment process of green bellt farmers under CSR by PT Semen Gresik Pabrik Tuban was implemented through five stages. There are approaching to prospective farmers of the program, identification of problems, program planning, implementation and evaluation, which at every stage involved the community. The process approach was done to prospective green belt farmers around the company. The identification process was done by discussing the needs of both community and company. Program planning was designed to focus on the aspirations of the community. The implementation of the program was carried out through a capacity building process with a comparative study at Joglo Tani. Evaluations were to determine the sustainability of the program and until now it is still rolling to the reform process.
Kata Kunci : Pendekatan Proses, Program Pemberdayaan Petani Green Belt, Corporate Social Responsibility.