DAMPAK INDUSTRI ALAS KAKI TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH SEKITARNYA DI KABUPATEN JOMBANG
HENDRI SUBAGIO, Dr. Ir. Dewanti, M.S.; Ratna Eka Suminar, S.T., M.Sc.
2018 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahSektor industri di Indonesia berperan penting bagi perekonomian nasional. Sektor industri menjadi motor dan pilar pertumbuhan ekonomi karena multiplier effect yang ditimbulkan sangat signifikan. Keberadaan industri merupakan kutub pertumbuhan (growth pole) bagi perkembangan wilayah (Perroux, 1950), terutama industri padat karya. Pemerintah daerah bermaksud menangkap peluang tersebut untuk memberikan penekanan khusus pada kebijakan pembangunan sektor industri alas kaki untuk mengoptimalkan dampak yang dihasilkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lokasi industri alas kaki yang menjadi wilayah penelitian adalah industri yang beroperasi antara tahun 2010 sampai dengan 2016 yaitu sejumlah empat kawasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif dengan metode gabungan (mixed methods) yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian kebijakan pengembangan industri alas kaki sejalan dengan rencana pembangunan wilayah dan kebijakan sektoral industri, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah. Dampaki industri alas kaki terhadap perkembangan kawasan sekitarnya terlihat pada aspek fisik wilayah yaitu perubahan penggunaan lahan dengan munculnya kegiatan baru. Secara aspek ekonomi, keberadaan industri meningkatkan pendapatan masyarat, dan membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Secara aspek sosial, industri berdampak pada perubahan mata pencarian penduduk, pola hubungan masyarakat yang lebih kompleks dengan adanya konflik, dan meningkatnya kriminalitas khususnya kecelakaan lalu-lintas. Sedangkan secara lingkungan, industri alas kaki berdampak pada munculnya kemacetan lalu-lintas terutama pada jam masuk dan pulang kerja. Hasil kombinasi perkembangan perusahaan dan perkembangan wilayah pada kawasan sekitarnya didapatkan bahwa terdapat 3 (tiga) tipologi, yaitu (1) industri berkembang dan kawasan berkembang; (2). industri berkembang dan kawasan tidak berkembang serta (3) industri tidak berkembang dan kawasan berkembang.
The industrial sector in Indonesia plays an important role for the national economy. The industrial sector becomes the motor and the pillar of economic growth because the multiplier effect is very significant. The existence of industry is a growth pole for regional development (Perroux, 1950), especially labor intensive industries. The local government intends to seize the opportunity to place special emphasis on the development policy of the footwear industry sector to optimize the impacts resulting from improving the welfare of the people. The location of the footwear industry which is the research area is the industry that operates between 2010 until 2016 is 4 areas. The approach that used in this research is deductive with mixed methods that are quantitative and qualitative. This study uses primary and secondary data. While the analytical methods that used are qualitative analysis and quantitative analysis. The results show that the suitability of the footwear industry development policy is in line with regional development plans and industrial sector policies, both from the central government, provincial and local governments. The impact of footwear industry to the development in surrounding area visible on the physical aspects of the area of land use changes with the emergence of new activities. Economically, the existence of industry increases the income of the people, and opens employment opportunities for local labor. Socially, the industry has an impact on population livelihood change, more complex patterns of public relations with conflict, and increased crime especially traffic accidents. While the environment, footwear industry impact on the emergence of traffic congestion, especially at hours of entry and return of work. The result of the combination of company development and regional development in the surrounding area shows that there are 3 (three) typologies, named (1) developing industry and developing area; (2) developing and non-developed industries and (3) undeveloped and developing industries.
Kata Kunci : Dampak industri, Industri alas kaki, Perkembangan wilayah