Daya Layan Fasilitas Pendidikan SLTA Pasca Pemekaran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung
SITI BAROROH, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPemekaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik guna terwujud kesejahteraan. Hal ini terkandung dalam salah satu misi Kabupaten Pringsewu yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya layan falitas pendidikan pra dan pasca pemekaran Kabupaten Pringsewu, dan menganalisa keterjangkauan fasilitas pendidikan SLTA pra dan pasca pemekaran Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantititatif. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif hasil perhitungan daya layan, kefektifan daya layan, uji paired sample T-test, analisis buffer, analisis hierarki pelayanan dan proyeksi kebutuhan fasilitas. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diketahui bahwa pasca pemekaran terdapat perbedaan yang signifikan pada daya layan kasar dan daya layan potensial, sedangkan daya layan aktual tidak mengalami perbedaan yang signifikan dikarenakan pembanding pada perhitungan menggunakan jumlah siswa yang mana setiap sekolah sudah memiliki kuota. Setelah terjadinya pemekaran setidaknya terdapat penambahan sekolah sebanyak 23 SLTA di Kabupaten Pringsewu. Penambahan SLTA tersebut terjadi di setiap kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Melalui peta buffer 3000 meter diketahui peningkatan sebelum dan setalah pemekaran. Sebelum terjadinya pemekaran wilayah terjangkau fasilitas seluas 279 km2 dan setelah pemekaran menjadi 369 km2 dari luas Kabupaten pringsewu 640 km2.
Main goal of Indonesian regional expansion is to improve quality of public services for the better public welfare. It is contained in one of Pringsewu Regencys mission, which is to improve the quality of the productive and competitive human resources. The aim of the mini-thesis is to determine, distinguish and analize affordability on the Pringsewu public services of education facilities, before and after the expansion. The method used in this research is quantitive method. It used paired T-test sampling and buffer analysis. descriptive analysis of the results of calculation of serviceability, effectiveness of serviceability, paired sample T-test, buffer analysis, hierarchy analysis of service and projection of facility needs. Based on the data collected, after expansion there are difference in raw function of availability and potential function of availability significantly. On actual function of availability data, there are no significantly difference between pre- and post-expansion, due to comparison used on total number of students which already had admission quota beforehand on every schools. In six years post-expansion of Pringsewu district, there are 23 high school established spread across regency. On 3000 m buffer map, increasing the number of high school in Prinsewu can be determined. Increasing of education facilities affordability shown from 279 km2 to 369 km2 of 640 km2 Pringsewu Regency area.
Kata Kunci : pemekaran, fasilitas pendidikan, daya layan, keterjangkauan