Karakteristik dan Analisis Pendapatan Pekerja Sektor Informal di Sekitar Pasar Kembang, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta
GALANG TOPAN PADERI, Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANKawasan sekitar Pasar Kembang menjadi salah satu tempat aktivitas perekonomian pada sektor informal yang cukup tinggi di Yogyakarta. Banyaknya pengunjung yang datang membuka peluang usaha bagi masyarakat Sosrowijayan dan warga di sepanjang jalan Pasar Kembang untuk mendapat keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pekerja sektor informal serta menganalisis faktor-faktor yang berkorelasi dengan pendapatan pekerja sektor informal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, yaitu mencatat semua elemen yang dikaji. Semua data yang diperoleh dan terkumpul dari lapangan akan dituangkan dalam bentuk tertulis dan dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Data yang bersifat kuantitatif akan dianalisis dengan tabel frekuensi dan persentase untuk mengetahui kecenderungannya, serta tabel silang dan korelasi untuk analisis pendapatan. Sedangkan data yang bersifat kualitatif akan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui karakteristik pekerja. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pekerja sektor informal di sekitar Pasar Kembang didominasi oleh pria, usia produktif, pendikan SMA ke atas, tanggungan 1 orang, jenis usaha kios/warung, jam kerja rata-rata 10 jam, lama kerja >3 tahun, modal ratusan ribu hingga jutaan, dan pendapatan yang masih rendah (<UMK). Hasil analisis uji korelasi dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara jam kerja dengan pendapatan walaupun kekuatannya rendah. Sedangkan usia, pendidikan, lama kerja, dan modal teruji tidak berhubungan. Hal ini sesuai dengan teori bahwa sektor informal merupakan sektor yang tidak memerlukan tingkat pendidikan dan modal yang tinggi. Hasil ini juga menunjukkan tidak ada hubungannya antara usia dan lama kerja dengan pendapatan pekerja. Argumentasinya adalah perolehan pendapatan pekerja masih bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan yang bersifat fluktuatif.
Pasar Kembang becomes one of the places in Yogyakarta with quite high economic activity in the informal sector. The high number of visitors creating business opportunities for the Sosrowijayan people and residents along the Pasar Kembang street to make profit. This study aims to determine the characteristics of informal sector workers and analyze the factors that correlate to informal sector workers' earnings. Data collection techniques in this study using the census method, which records all elements studied. All data obtained and collected from the field will be poured in written form and analyzed by quantitative and qualitative methods. Quantitative data will be analyzed by frequency tables and percentages to determine trends, as well as cross-charts and correlations for earnings analysis. While the qualitative data will be analyzed by qualitative descriptive method to know the characteristics of workers. The results showed that the characteristics of informal sector workers around Pasar Kembang were dominated by men, productive age, high school education upward, 1 burden person, kiosk / warung type, average hours of work 10 hours, experience of work >3 years, hundred thousands to millions rupiah capital, and low earnings. The result of correlation test analysis in this research is the relationship between working hours with earnings, although the strength is low. While age, education, experience of work, and capital are not related. This is in accordance with the theory that the informal sector is a sector that does not require high levels of education and capital. These results also show no relationship between age and experience of workers with earnings of workers. The argument is that the earnings of workers still depend on the number of fluctuating tourist arrivals.
Kata Kunci : sektor informal, pasar kembang, karakteristik, pendapatan, informal sector, pasar kembang, characteristics, income.