Keberlanjutan Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka (Studi di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga)
MIKA NUNGQI WAOZANIA, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANBerbagai cara yang telah dilakukan oleh dunia pendidikan untuk menumbuhkan budaya baca masyarakat. Salah satunya melalui melalui pendidikan non-formal. Budaya membaca merupakan kegiatan yang harus diterapkan dalam masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pada kenyataannya, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum menjadikan membaca sebagai bagian dari budaya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menangani permasalahan tersebut adalah melalui Taman Bacaan Masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat adalah sarana atau lembaga pembudayaan kegemaran membaca masyarakat yang menyediakan dan memberikan layanan di bidang bahan bacaan serupa buku, tabloid, majalah, koran, dan bahan multimedia yang dilengkapi dengan ruangan untuk membaca, diskusi, bedah buku, dan kegiatan literasi lainnya. Taman Bacaan Masyarakat dapat didirikan oleh pemerintah maupun secara swadaya. Pada perkembangannya, banyak Taman Bacaan Masyarakat yang mati suri atau sudah tidak beroperasi lagi. Banyak faktor yang melatarbelakangi kemunduran eksistensi Taman Bacaan Masyarakat, beberapa diantaranya adalah minimnya fasilitas yang tersedia, kegiatannya masih sebatas membaca buku tanpa ada inovasi lain, rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya dana yang tersedia, dan lain sebagainya. Berbeda dengan Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka yang semakin menunjukkan eksistensi dan perkembangannya. Pastinya dikarenakan adanya strategi-strategi yang digunakan untuk mempertahankan keberlanjutan dan menjadikan Taman Bacaan Masyarakat sebagai pusat kegiatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep diantaranya adalah konsep pemberdayaan masyarakat, konsep keberlanjutan program pemberdayaan, konsep kelayakan program, dan konsep kemitraan. Konsep tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan strategi Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka dalam mempertahankan keberlanjutannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitaif yang bertujuan untuk menggali data secara lebih mendalam. Informan yang berhasil diwawancarai berjumlah 10 orang yang terdiri dari pihak pengelola Taman Bacaan masyarakat, perwakilan pemerintah desa, pihak mitra, dan pengunjung. Penentuan informan menggunakan teknik purposive informan supaya peneliti dapat memperoleh data secara lengkap dan mendalam sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa strategi yang dilakukan untuk mempertahankan keberlanjutan diantaranya adalah kredibilitas pengelola meliputi pemikiran yang terbuka, sifat simpati dan empati, serta kreatif dan inovatif. Strategi yang kedua adalah membangun dan memperluas kerjasama kepada lembaga/instansi dan masyarakat. Kerjasama yang telah dilakukan tidak hanya di level lokal saja melainkan sudah berkembang ke ranah nasional. Strategi yang ketiga adalah mengadakan kegiatan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan kegiatan tersebut adalah dengan cara memberikan wadah aspirasi masyarakat melalui berbagai pertemuan, dan mengamati potensi yang ada di masyarakat maupun potensi yang sedang berkembang di dunia luar. Selain memiliki strategi tersebut, Taman Bacaan Masyarakat juga perlu menangani hambatan yang muncul. Oleh karena itu peneliti melakukan pemetaan hambatan supaya potensi Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka bisa berkembang dan dimaksimalkan.
There are various ways that have been done by the world of education to create a culture of reading in the society. One of them is through non-formal education. Reading culture is an activity that must be applied in society. The goal is to improve the quality of human resources. In fact, many Indonesians have not applied reading activity as part of the culture. One of the ways to clear this problem is through Taman Bacaan Masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat is a facility or an institution of civilizing the society is passion for reading which provides a service of literacy like books, tabloids, magazines, newspapers, and multimedia. Taman Bacaan Masyarakat is completed with reading room, discussion, book review, and other literacy activities. Taman Bacaan Masyarakat can be established by the government or independent. In fact, there are so many Taman Bacaan Masyarakat which are suspended or no longer in operation. There are so many factors behind the nonexistence of Taman Bacaan Masyarakat, and some of those factors are the lack of facilities availability, the activities which are still limited to read books without any other innovation, the low participation of the community, and the minimum funds. Unlike the other Taman Bacaan Masyarakat, Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka can show its existence and development. Certainly, they have some strategies that are used to maintain sustainability, and make Taman Bacaan Masyarakat as the center of community activities. This research uses some concepts such as, the concept of community empowerment, the concept of sustainability empowerment program, the concept of program feasibility, and the concept of partnership. Those concepts are used to answer research questions What is the strategy of Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka to maintain its sustainability?The research method is qualitative which aims to get the data deeper. Researcher got 10 informans to be interviewed. Those informans are consisted of the manager of Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka, representations of local government, the partners of Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka, and also the visitors. Determination of informants is by using purposive informant techniques to get complete data research based on the informants is knowledge. Data collection techniques which are used are observation, deep interview, and documentation. The result shows that they have some strategies to maintain the sustainability, and the first is the credibility of the manager like open minded, having sympathy and empathy, and also creative and innovative. The second strategy is to build and expand relation to the institution and communities. Expantion cooperation has been built not only at the local level, but it has also developed into the national level. The third strategy is to organize activities which are right on target in accordance to the needs of the community. The steps which are used to actualize these activities are providing space to accommodate aspirations through meetings, and observing the community is potency and the potency which is growing in the other regions or countries. Therefore, researcher does an obstacle mapping in order that Taman Bacaan Masyarakat Limbah Pustaka is potency can be developed and be maximized.
Kata Kunci : Taman Bacaan Masyarakat, strategi keberlanjutan, eksistensi