Laporkan Masalah

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Desa : Pengelolaan Aset Desa Untuk Mewujudkan Masyarakat yang Mandiri dan Sejahtera (Studi Kasus di Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri)

MUSTIKA FATMAWATI, Dr. Nanang Indra Kurniawan, S.I.P., M.P.A ; Theresia Octastevani, S.AP., M.AP., M.Pol.Sc.

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

ABSTRAK Penelitian ini mendiskusikan tentang strategi pemberdayaan masyarakat salah satunya pengelolaan aset desa yang berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi pemberdayaan pengelolaan aset desa yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Sumberejo, apakah telah berjalan optimal atau justru mengalami problem sehingga belum mencapai hasil yang diharapkan. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pemberdayaan yang dilakukan oleh BUM Desa Sumber Artha Makmur dalam mengelola aset desa di Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri?. Kerangka pikir yang mendasari penelitian ini adalah konsep pemberdayaan menurut Robert Chambers (1995) yaitu people-centered, participatory, empowering dan sustainable. Metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan sumber data sekunder lainnya yang berkaitan dengan tema yang diangkat. Analisis data menggunakan menggunakan teknik dari Miles dan Hubberman tahap reduksi data, tahap penyajian data serta tahap penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat dengan sala satu elemennya pengelolaan aset desa oleh Pemerintah Desa Sumberejo terbagi dalam 2 pola yaitu persuasi dan dominasi. Strategi pemberdayaan yang persuatif dapat ditemukan pada pengelolaan aset desa berupa bantuan sumber daya yang menempatkan manusia sebagai pusat pemberdayaan. Karenanya upaya yang dilakukan yaitu memfasilitasi bantuan sumber daya modal untuk menstimulasi masyarakat untuk mengembangkan dirinya dan memberikan solusi bagi persoalan keuangan yang dihadapinya. Bagaimanapun, strategi dominasi turut hadir dalam proses pemberdayaan masyarakat di Desa Sumberejo. Kondisi ini terlihat dari beberapa aspek strategi yang tidak berjalan optimal dalam upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri dan senjahtera. Adanya kondisi yang demikian diperkuat dengan munculnya implikasi berupa ketergantungan, dominasi dan pemberdayaan yang belum beorientasi jangka panjang. Meskipun demikian, strategi pemberdayaan telah memberikan capaian positif bagi pengembangan masyarakat dan pembangunan desa. Hal ini dibuktikan semakin berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap bank plecit serta kontribusi bagi peningkatan PADes Sumberejo.

ABSTRACT This study reveals the most appropriate strategy to conduct social empowerment through village fund allocation. It takes the setting in Sumberejo, Batuwarno, Wonogiri Regency. It aims to explore the effectiveness of village fund allocation strategy implemented by the Government of Sumberejo village as the part of social empowerment. It begins with the problem formulation as follows: How is the strategy run by Sumber Artha Makmur Village-Owned Enterprise in allocating village fund in Sumberejo, Batuwarno, Wonogiri Regency? On the very first stage, this study refers to the concept of empowerment conveyed by Robert Chambers (1995) who proposed the empowerment strategies including people-centered, participatory, empowering and sustainable. It uses qualitative method through case study approach. It applies interview and observation as the data collecting technique. It uses Miles and Huberman theory in data analysis, including reduction, display and verification. This study reveals that the Government of Sumberejo village applies 2 patterns of social empowerment through village fund allocation, including persuasion and domination. The persuasive empowerment strategy can be found in the allocation of human resource development that is achieved by facilitating economy resources to stimulate people in improving their life prosperity and solving their financial problems. However, the domination exists within the empowerment. It is seen from the condition that there are a number of governmental aspects that has not run well to establish an independent and prosperous civilization. Moreover, this condition is worsen by the total dependence, domination and limited effort of empowerment that has not been set for long term prospect. Nevertheles, the empowerment strategy applied by the Government of Sumberejo village has shown a meaningful attainment to improve social life, that is proved by the decline of public dependence to the creditors, as well as the improvement of village fund allocation.

Kata Kunci : Strategi Pemberdayaan, BUM Desa, Dominasi Elit Lokal.

  1. S1-2018-353505-abstract.pdf  
  2. S1-2018-353505-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-353505-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-353505-title.pdf