Laporkan Masalah

Problematika Kulminasi Tembakau di Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung

RIFKI FAJAR, Dra. Agnes Sunartiningsih, M.S.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Parakan merupakan sebuah kecamatan sentral penjualan tembakau bagi petani tembakau di Kabupaten Temanggung yang miliki gudang-gudang penampungan sebagai lokasi transaki jual-beli tembakau. Letak Parakan yang strategi membuat wilayah setempat menjadi makmur dengan komoditas unggulannya. Masyarakat yang berlebih secara ekonomi pada masa panen tembakau mendorong munculnya prilaku konsumerisme dalam masyarakat. Pengeluaran yang berlebihan menjadi budaya yang lekat dengan kaum petani tembakau di saat masa panen. Meningkatnya kebutuhan barang dan jasa di kawasan Parakan terlihat dari daya beli masyarakat yang tinggi pada musim tembakau. Hal tersebut membuat perputaran uang yang tidak sedikit, menciptakan poros ekonomi bagi daerah-daerah sekitarnya. Di tengah hiruk-pikuk perdagangan tembakau pada masa panen memunculkan bentuk patologi sosial berupa bisnis pelacuran. Fenomena pelacuran yang ada di kawasan pertanian tembakau menyesuaikan keberadaannya terhadap rentang waktu musim panen tembakau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian ekploratif dengan metode pengumpulan data secara kualitatif. Metode ini dipilih dengan alasan mempersingkat waktu penelitian karena urgensi kasus dalam penanganannya. Metode ekploratif yang ditujukan untuk mencari gambaran permukaan memudahkan pembaca untuk memahami permasalahan pokok untuk dikaji lebih lanjut. Metode wawancara yang dilakukan secara snowball sampling mengarah secara runut alur perdagangan petani tembakau. Jumlah hasil wawancara yang diwawancarai peneliti sebanyak 5 orang, 4 diantaranya adalah petani dan 1 berasal dari instansi pemerintah. Penelitian ini menggunakan konsep studi kasus komparatif terhadap permasalahan di Kecamatan Parakan. Sehingga didapatkan data yang aktual terkait problematika prostitusi dan urgensi penanganan HIV/AIDS di Kecamatan Parakan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bentuk keterkaitan antara kulminasi tembakau, konsumerisme masyarakat, prostitusi musiman, tingginya pengidap HIV AIDS, dan kebijakan pemerintah setempat. Menjabarkan implikasi keberdayaan masyarakat dan prilaku konsumerisme kedalam keterkaitannya dengan implikasi kemunculan prostitusi musiman hingga persebaran HIV/AIDS. Merunut hal diatas, peneliti berusaha mengali lebih dalam mengenai peraturan daerah terkait permasalah tersebut. Rendahnya kesadaran masyarakat dan pemerintah terkait isu diatas menjadi hasil keluaran dari penelitian ini. Dalam penelitian ini prostitusi musiman yang ada di sekitar gudang-gudang tembakau terjadi setiap tahunnya dibawah radar pemerintah dan masyarakat. Kurangnya perhatian pemerintah dan kurangnya kesadaran masyarakat terkait permasalahan tersebut menyebabkan implikasi berupa peningkatan pengidap HIV/AIDS di Parakan.

Parakan is a central sub-district of tobacco sales for tobacco farmers in Temanggung Regency which owns storage warehouses as the location of tobacco transactions. The location of Parakan strategy makes the local area prosper with its superior commodities. The economically excessive society in the tobacco harvest period encourages the emergence of consumerism in society. Excessive spending becomes a culture attached to tobacco farmers in the time of harvest. The increasing need for goods and services in the Parakan area is evident from the high purchasing power of people in the tobacco season. This makes the velocity of money is not small, creating an economic axis for the surrounding areas. Amidst the hustle and bustle of the tobacco trade during the harvest period, social pathology is a form of prostitution business. The phenomenon of prostitution in the tobacco farming area adjusts its existence to the time span of the tobacco harvest season. The method used in this research is explorative research method with qualitative data collection method. This method is chosen by reason of shorten the time of study because of urgency of case in handling. Explorative methods aimed at finding a surface picture facilitate the reader to understand the main issues for further study. Interview method conducted by snowball sampling leads to trace of the trade flow of tobacco farmers. The number of interviews interviewed by researchers as many as 5 people, 4 of them are farmers and 1 comes from government agencies. This study uses the concept of comparative case study on the problems in Kecamatan Parakan. So get the actual data related problematic of prostitution and urgency of handling HIV / AIDS in Sub Parakan. The results of this study reveal the form of linkage between tobacco culmination, public consumerism, seasonal prostitution, high HIV Aids, and local government policies. Describe the implications of community empowerment and consumerism behavior in relation to the implications of seasonal proliferation to the spread of HIV / AIDS. Following the above, researchers tried to dig deeper about the local regulations related to the problem. The low level of public and government awareness related to the above issues became the outcome of this research. In this study seasonal prostitution that exists around tobacco warehouses occurs every year under the radar of government and society. The lack of government attention and the lack of public awareness of the issue has led to the implications of increasing HIV / AIDS in Parakan.

Kata Kunci : Tembakau, Prostitusi, Konsumerisme, Prostitusi

  1. S1-2018-317995-abstract.pdf  
  2. S1-2018-317995-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-317995-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-317995-title.pdf