Laporkan Masalah

Representasi Politik Perempuan: Studi Tentang Kepemimpinan Perempuan Kepala Desa di Desa Sinar Wajo, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi

NURHA DIJAH, Ulya Niami Efrina Jamson, MA ; Ashari Cahyo Edi, S.IP.,M.PA. ; Theresia Octastefani, M.A.P,Pol.Sc

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Keterlibatan perempuan dalam masa kepemimpinan kepala desa laki-laki baik diruang publik maupun politik disampingkan. Hal ini bisa dilihat dari rendahnya perempuan terlibat dalam kegiatan desa, sedikitnya perempuan yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan adanya pandangan perbedaan gender didalam masyarakat sehingga menimbulkan bentuk ketidakadilan/ ketimpangan bagi perempuan di Desa Sinar Wajo baik di bidang kesehatan, pendidikan, partisipasi politik maupun ekonomi. Peran perempuan dalam masa kepemimpinan kepala desa laki-laki lebih kepada urusan domestik dan pekerja rumah tangga tambahan. Kurangnya perhatian dari pemerintah desa semakin membuat peran perempuan terpinggirkan. Partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan merupakan salah satu langkah nyata untuk mencapai kondisi yang adil bagi perempuan. Dengan hadirnya sosok pemimpin perempuan akan merespon kepentingan perempuan dalam kebijakannya sehingga akan melahirkan kebijakan yang berkeadilan dan kesetaraan gender. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui bagaimana represenatsi politik perempuan dalam kepemimpinan kepala desa Ratnawati di Desa Sinar Wajo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk kerangka berpikirnya peneliti menggunakan pendekatan tentang bentuk ketidakadilan/ ketimpangan gender, pendekatan indikator-indikator isu perempuan dalam feminis liberal dan pendekatan indikator-indikator representasi. Kepala desa Ratnawati merupakan perempuan pertama yang menjadi kepala desa di Kecamatan Mendahara ulu. Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Peran perempuan dalam kepemimpinan kepala desa Ratnawati mengalami kemajuan dimana peran perempuan bukan hanya berada di wilayah domestik dan pekerja rumah tangga tambahan, akan tetapi berperan di wilayah ruang publik dan politik. Hal ini bisa dilihat dari tindakan yang dilakukan kades Ratnawati berikut ini: pertama, adanya tindakan afirmasi dimana kades Ratnawati melibatkan perempuan dalam semua kegiatan desa dan memberikan kesempatan perempuan medapatkan hak untuk dipilih dan berorganisasi. Kedua, melakukan sosialisasi untuk kepentingan perempuan terkait isu kesehatan dan isu pendidikan. Ketiga, membuat kebijakan secara tidak langsung dan langsung untuk mengatasi bentuk ketidakadilan/ ketimpangan gender sehingga perempuan tidak mengalami ketidakadilan baik dibidang ekonomi, pendidikan,dan kesehatan serta partisipasi politik. Selain itu, kehadiran kepala desa Ratnawati di Desa Sinar Wajo secara simbolik memiliki kesamaan identitas dan kebudayaan dimana kades Ratnawati merupakan suku Bugis dan putri daerah Sinar Wajo besar dan sekolah disana sehingga kades Ratnawati tahu situasi dan kondisi Desa Sinar Wajo terutama tentang persoalan perempuan dan dilihat dari kebijakan kades Ratnawati yang berpihak pada isu perempuan dengan cara melakukan sosialisasi untuk kepentingan perempuan. Secara representasi subtantif dapat dilihat dari tindakan Kepala Desa Ratnawati yang membuat kebijakan secara tidak langsung dan langsung mengatasi bentuk ketidakadilan/ ketimpangan bagi perempuan Desa Sinar Wajo. Sedangkan, secara deskriptif kades Ratnawati mewakili basis karekteristik yang nampak dalam hal ini adalah gender, sebagai kesamaan deskriptif antara wakil dan yang diwakili. Kehadiran kades Ratnawati secara deskriptif memang mewakili perempuan.

The involvement of women in the leadership of male village heads in both public and political spaces was disregarded. This can be seen from the low involvement of women in village activities, the lack of women involved in decision making and the view of gender differences in the community, resulting in a form of injustice / inequality for women in the village of Sinar Wajo in the fields of health, education, political and economic participation. The role of women in the leadership of male village heads is more to domestic affairs and additional domestic workers. Lack of attention from the village government increasingly makes the role of women marginalized. Participation and representation of women in policy formulation and decision making is one of the concrete steps to achieve equitable conditions for women. With the presence of women leaders will respond to the interests of women in policy so that it will give birth to a just policy and gender equality. Therefore, this research attempted to know how the political representation of women in leadership of Ratnawati, the village head in Sinar Wajo Village. The research method used in this research is the type of qualitative research with case study method. The researcher used gender inequality approach, women’s issues indicator in liberal feminism approach and representational indicators approach. Ratnawati is the first woman to lead the village in Mendahara ulu sub district, East Tanjung Jabung Regency, Jambi Province. The role of women in the leadership of village head Ratnawati has progressed shown by current role of women which is not only in domestic and additional domestic workers but also in public and political spaces. This can be seen from the following actions taken by Ratnawati. First, affirmative action where Ratnawati, the village head involved women in all village activities and give them the opportunity to get the right to be elected and to organize. Second, to socialize for women interest related to health and education issues. Third, make policy directly and indirectly to overcome the form of injustice / gender inequality so that women do not experience injustice in the field of economy, education, and health and political participation. In addition, the presence of Ratnawati as the village head in Sinar Wajo symbolically has the same identity and culture where Ratnawati is Buginese and she is a native of Sinar Wajo. She was raised and went to school there so that Ratnawati knew the situation and condition of Sinar Wajo Village especially about woman problem and shown by the policy of Ratnawati, the head of village, who concerned with women issues by socializing for the sake of women. Subtantive representation can be seen from the actions of Village Head Ratnawati who made policy directly and indirectly overcome the injustice / inequality for women Sinar Wajo Village. Whereas, descriptively Ratnawati represented the apparent characteristic basis in this case is gender, as the descriptive similarity between representatives and represented. The presence of Ratnawati as a village head, descriptively indeed represent women.

Kata Kunci : Kepemimpinan perempuan kepala desa, bentuk ketidakadilan/ ketimpangan gender, dan representasi politik perempuan.

  1. SI-2018-304391-abstract.pdf  
  2. SI-2018-304391-bibliography.pdf  
  3. SI-2018-304391-tableofcontent.pdf  
  4. SI-2018-304391-title.pdf