ADVOKASI MEMBELA HAK-HAK BURUH INFORMAL (Studi Kasus Advokasi Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) bagi Pemenuhan Hak-Hak Normatif Perempuan Pekerja Rumahan di Yogyakarta)
ANDI PRASETYA RAHARJA, Ashari Cahyo Edi, S.IP., M.PA.
2018 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Paper ini berisi tentang bagaimana strategi advokasi yang ditempuh Yayasan Annisa Swasti untuk hak-hak normatif perempuan pekerja rumahan di Yogyakarta. Pekerja rumahan tidak mendapatkan hak-hak normatifnya sebagai pekerja(kontrak kerja, upah layak, K3 dan sebagainya) sesuai yang tertuang di Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 sehingga advokasi dibutuhkan untuk menghilangkan eksploitasi dan guna meningkatkan nilai tawar pekerja rumahan belum banyak dilakukan atau nyaris tidak ada. Temuan peneliti dalam paper ini adalah bahwa keberhasilan dari advokasi tidak melulu terkait perubahan kebijakan, melainkan ketika mampu membuat kelompok atau pihak yang dibela melalui advokasi lebih berdaya dan mampu meneriakan aspirasinya sendiri. Hal tersebut dapat dilihat dari strategi advokasi yang dilakukan Yasanti dimana fokus utamanya adalah memperkuat lingkaran inti yaitu melalui edukasi dan pengorganisasian pekerja rumahan. Edukasi baik sosial maupun politik terhadap para perempuan pekerja rumahan di Yogyakarta supaya mereka dapat secara aktif berpartisipasi dan memulai perubahan dalam komunitas dan masyarakat yang lebih luas. Alurnya adalah ketika para perempuan pekerja rumahan memiliki kapasitas dan kemandirian terkait advokasi pemenuhan hak-hak normatif pekerja rumahan, mereka kemudian dapat bertatap muka di meja policy making untuk melakukan misalnya audiensi, diskusi, dialog, negosiasi dengan pemangku kebijakan. Serangkaian strategi advokasi Yayasan Annisa Swasti sebagian besar menemui titik keberhasilan selaras dengan temuan penelitian. Indikasinya adalah serikat perempuan pekerja rumahan Yogyakarta yang sudah terbentuk mampu secara mandiri melakukan serangkaian aktivitas advokasi berupa audiensi, diskusi, dialog dan juga negosiasi dengan pemangku kebijakan. Indikasi utamanya tentu saja adalah kebijakan terkait pengakuan dan perlindungan pekerja rumahan ke dalam Peraturan Daerah, akan tetapi masih belum tercapai hingga saat ini. Bagaimanapun yang terpenting adalah advokasi yang dilakukan terus berjalan berkesinambungan karena serikat perempuan pekerja rumahan di Yogyakarta berdaya dan mampu meneriakan aspirasinya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode studi kasus untuk menjawab strategi advokasi Yayasan Annisa Swasti terkait pemenuhan hak-hak normatif perempuan pekerja rumahan di Yogyakarta. Proses pengumpulan data menggunakan teknik multisumber bukti dengan menggunakan wawancara, naskah akademik, dokumen, artikel media massa. Teknik analisa data dengan melakukan analisa terhadap data primer maupun sekunder.
This paper focuses on how an advocacy strategy pursued by Yayasan Annisa Swasti for the basic rights of women homeworkers in Yogyakarta. Homemaker not obtain normative rights as workers (contract of employment, decent wages, K3, etc.) according to stipulated in the Employment Act No. 13 of 2003 so advocacy is needed to eliminate exploitation and to increase the value of home-based workers' bargaining has not been done or almost non-existent. The findings of the researchers in this paper is that the success of advocacy is not always related to changes in policy, but when it is able to make any group or party that defended through advocacy more empowered and able to shout out their own aspirations. It can be seen from advocacy strategy Yasanti where the main focus is to strengthen the inner circle that is through education and organizing homeworkers. Social and political education to women homeworkers in Yogyakarta so that they can actively participate and initiate changes in the community and wider society. The plot is when the women homeworkers have the capacity and independence of advocacy related to the fulfillment of the basic rights of home workers, A series of advocacy strategies Yayasan Annisa Swasti see the point of success largely aligned with the research findings. Indications are homeworkers Yogyakarta female union that has been formed is able to independently carry out a series of advocacy activities such as hearings, discussions, dialogue and negotiation with stakeholders. The main indications are of course related to the recognition and protection policies homeworkers to local regulation, but still has not been achieved until now. However the most important thing is advocacy continues to run continuous for union women home-based workers in Yogyakarta empowered and able to shout out their own aspirations. This study uses qualitative research methods to answer a case study Yayasan Annisa Swasti advocacy strategies related to the fulfillment of the basic rights of women homeworkers in Yogyakarta. The data collection process using multiple sources evidence through interviews, academic texts, documents, articles media. Data analysis by analyzing the primary and secondary data.
Kata Kunci : Yasanti, advokasi, strategi advokasi, pekerja rumahan