PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA MULYODADI KABUPATEN BANTUL
MERRYNA ANGGRIANI, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Si
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPotensi bencana di Desa Mulyodadi berakibat pemerintah membentuk program desa tangguh bencana di Desa Mulyodadi, agar masyarakat siap dalam menghadapi bencana dengan meningkatkan kapasitas masyarakat, untuk mengurangi kerentanan pada masyarakat, dan akhirnya mengurangi risiko apabila sewaktu-waktu bencana datang. Peningkatan kapasitas dalam menghadapi bencana dapat dilakukan, dengan memberikan pengetahuan mengenai ancaman, bahaya, dan pemberikan pelatihan. Keberlanjutan suatu program berbasis masyarakat seperti desa tangguh bencana (destana), sangat dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat, untuk itu penelitian ini mencoba mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam program Destana Mulyodadi, dengan mengetahui 1) bentuk partisipasi; 2) tingkat partisipasi; dan 3) faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat di Destana Mulyodadi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua sumber data yaitu primer dan sekunder. Data primer diperoleh secara langsung di lapangan dengan melakukan wawancara kepada masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Destana Mulyodadi, instansi pemerintah yaitu BPBD Kabupaten Bantul, serta LSM Putro Linuwih. Data sekunder diperoleh melalui studi dokumen. Hasil dari penelitian ini (1) beberapa bentuk partisipasi di Destana Mulyodadi meliputi buah pikiran, tenaga, keterampilan, dan harta benda. Beberapa kegiatan yang memiliki bentuk partisipasi terlengkap merupakan kegiatan pada fase tanggap darurat. (2) Kegiatan yang mencapai tingkat partisipasi tertinggi adalah kegiatan rapat rutin, pelatihan outbond kesiapsiagaan, pelatihan water rescue, tanggap darurat Puting Beliung 2016-2017, dan tanggap darurat Badai Cempaka 2017 dikarenakan merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat. (3) Faktor yang memengaruhi partisipasi berupa faktor kemauan, kesempatan, dan tokoh kunci. Faktor kemauan berupa kesadaran untuk tolong menolong dan kesadaran risiko bencana, faktor kesempatan berupa pendanaan, keaktifan penyelenggaraan kegiatan, dan akses terhadap informasi kegiatan. Faktor kemampuan (usia, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, dan jenis kelamin) tidak selalu memengaruhi partisipasi masyarakat di Destana Mulyodadi.
The potential for disaster in Mulyodadi Village has compelled the government to create a disaster resillient village program (Desa Tangguh Bencana, abbreviated Destana) in Mulyodadi, so that the community is ready to face disaster by increasing its capacity to reduce vulnerability and ultimately reduce the risk in the event of a disaster. Capacity building in preparation for disasters can be done by providing knowledge about the threats and deliver trainings. The sustainability of a community-based program, such as the disaster resilient village relies heavily on the participation of the community. Therefore, this research attempts to study community participation in disaster resilient village programs by determining: 1) forms of participation; 2) levels of participation; and 3) factors affecting participation in Mulyodadi�s Destana. The method used is descriptive qualitative with two data sources: primary and secondary. Primary data is collected in the field by conducting interviews with the communities involved in Mulyodadi�s Destana activities; BPBD Bantul District, a government body; and Putro Linuwih, an NGO. Secondary data is collected through document analysis. The results of this study reveal: 1) the forms of participation in Mulyodadi�s Destana, include thoughts, energy, skills, and possessions. Some activities have the most complete form of participation, which are activities are emergency responses. (2) the activities that achieve the highest levels of participation are routine meeting activities, outbound preparedness training, and water rescue training, Puting Beliung emergency response 2016-2017, and Cempaka storm emergency response 2017 as these activities are initiated by the community. (3) the factors that influence participation are willingness, opportunity, and the presence of public figures. Willingness includes conscience to help one another and awareness of disaster risks; opportunity includes financing, activeness of the implementation, and access to activity information. Ability factors such as age, education, income, occupation, and gender do not always affect community participation in Mulyodadi�s Destana.
Kata Kunci : partisipasi masyarakat, desa tangguh bencana, manajemen bencana.