Analisis Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Dari Sisi Ketersediaan di Provinsi Kalimantan Barat
SEPTIANA WULANDARI, Dr. Evita Hanie Pangaribowo, M.IDEC
2018 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanMasalah kemiskinan dan pangan menjadi masalah yang saling berkaitan dan menjadi hal menarik untuk diteliti mengingat pangan merupakan kebutuhan utama bagi semua orang sedangkan kemiskinan menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kemiskinan dan kelaparan merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dan perlu segera di atasi. Salah satu provinsi di Indonesia yang masih mengalami masalah kemiskinan dan ketahanan pangan cukup serius sampai saat ini antara lain di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk melihat gambaran kemiskinan dan ketahanan pangan dari sisi ketersediaan di Kalimantan Barat; 2) untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kemiskinan dan ketahanan pangan dari sisi ketersediaan di Kalimantan Barat; serta 3) untuk mengetahui hubungan antara kemiskinan dan ketahanan pangan dari sisi ketersediaan pangan di Kalimantan Barat. Dengan menggunakan data panel 14 kab/Kota di Kalimantan Barat dalam kurun waktu 2003-2015 dan metode Structural Equation Modelling (SEM), diperoleh hasil bahwa pusat-pusat kemiskinan di Kalimantan Barat terdapat pada daerah yang memproduksi tanaman pangan terbanyak di Kalimantan Barat. Panjang jalan tanah, PDRB per Kapita, dan Angka Partisipasi Murni (APM) SMA memengaruhi kemiskinan di Kalimantan Barat, sedangkan panjang jalan aspal, panjang jalan tanah, PDRB per Kapita, APM SD dan APM SMP memengaruhi ketahanan pangan dari sisi ketersediaan pangan di Kalimantan Barat. Selain itu, tidak ada hubungan antara kemiskinan dan ketahanan pangan dari sisi ketersediaan. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah perbaikan infrastruktur khususnya ketersediaan jalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan serta menyediakan lapangan kerja baru di luar sektor pertanian di daerah perdesaan Kalimantan Barat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kemiskinan dan ketahanan pangan di Kalimantan Barat.
The problem of poverty and food are become a problem that related each other, and interest thing to research. As we know that food is the main necessity for all people, while poverty indicates prosperity level of society in some district. It shows that poverty and food security problems are need more serious attention and quickly solved. One of province in Indonesia sustains poverty and food security very serious is West Kalimantan. This research aim to: 1) to describe of poverty and food security in term of availability in West Kalimantan; 2) to know the factors that influences poverty and food security in terms of availability in West Kalimantan; 3) to know relationship between poverty and food security in terms of availability in West Kalimantan. Using panel data from fourteen districts in West Kalimantan about 2003-2015 and Structural Equation Modeling (SEM) method, the result show that the center of poverty in West Kalimantan is the district that most produce food plant. The long land road, GRDP per capita and Nett Enrollment Rate of Senior Secondary School (APM SMA) influenced poverty in West Kalimantan, while long asphalt road, long land road, GRDP per capita, Nett Enrollment Rate of Primary School (APM SD) and Nett Enrollment Rate of Junior Secondary School (APM SMP) they are influences food security in term food availability in West Kalimantan. In other hand it shows no relationship between poverty and food security in term of availability. From this research there are some recommendations, such as: repairmen of infrastructure, especially road, improvement of human resources quality through education, and provide new opportunities for employment beside agriculture sector in West Kalimantan to solved the problem.
Kata Kunci : Kemiskinan, Ketahanan Pangan, Structural Equation Model (SEM), Kalimantan Barat Indonesia/Poverty, Food Security, Structural Equation Model (SEM), West Kalimantan Indonesia.