Understanding Japan's Diplomatic Approach on North Korea's Nuclear Threat Under Koizumi Junichiro's Administration
NADIA DEWINDA K, Dr. Maharani Hapsari
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALKetegangan nuklir yang bersumber dari program pengembangan nuklir dan rudal Korea Utara menyiratkan perilaku berbahaya dan mengancam. Studi ini meninjau pendekatan diplomatik yang diinstruksikan oleh pemerintah Jepang di bawah Perdana Menteri Koizumi untuk mencegah kemungkinan program pengembangan nuklir Korea Utara untuk membahayakan wilayah dan warga Jepang. Penulis mencoba memahami inisiatif tersebut dengan meninjau implementasi kebijakan luar negeri dan berfokus pada proses pengambilan keputusan kebijakan luar negeri yang dikelola melalui pengumpulan data sekunder dan teori multiple autonomous actors, yang melibatkan formulasi pembentukan konsensus yang dihasilkan dari kontestasi dengan serangkaian keterlibatan aktor birokrasi terdiri dari Perdana Menteri Koizumi dan Kantei, MOFA, Kabinet, LDP, Diet, kelompok kepentingan, dan Perdana Menteri Koizumi sebagai aktor utama dan kepala eksekutif, dan inisiatif tersebut bukanlah merupakan klaim pilihan independen Koizumi. Penelitian ini penting untuk menganalisis dan mengidentifikasi setiap peran birokrasi dan sikap terhadap ancaman dan bagaimana pemerintah Jepang mengambil kebijakan diplomatik tertentu dan bukan kebijakan yang lain oleh era Koizumi. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi pencapaian dan implikasi dari diplomasi pelopor.
The nuclear tension sourced upon North Korea's nuclear and missile development programs implies to dangerous and threatening behavior. This study reviews the diplomatic approach instrumentalized by the government of Japan under Prime Minister Koizumi to prevent the likeliness of the North Korea's nuclear development program to harm the territory and the citizens of Japan. The author attempts a better understanding of the initiative by reviewing foreign policy implementations and focuses on the foreign policy decision-making process managed through secondary data collection and theory of multiple autonomous actors, which involved consensus-building formulation resulted from the contestations by set of engaging bureaucratic actors consisted of Prime Minister Koizumi and the Kantei, the MOFA, the Cabinet, the LDP, the Diet, the interest groups, and Prime Minister Koizumi as the leading actor and the chief executive, instead of Koizumi's independent choice claims. The research is important to acknowledge and identify each bureaucratic roles and stances towards the threat and how Japan's government taken the particular policy of diplomatic and not another by the era of Koizumi. Additionally, the research explores achievements and implications of the pioneered remarkable diplomacy.
Kata Kunci : diplomatic approach, foreign policy analysis, multiple autonomous actors, North Korea, nuclear threat