Evaluasi Program Rp 50 Juta Per Rukun Tetangga (Studi Kasus di Kelurahan Satimpo Bontang Selatan Kota Bontang)
PRATIWI ADIYAH J., Dr. Agus Heruanto Hadna, S.I.P., M.Si
2018 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Program lima puluh juta per rukun tetangga atau yang lebih dikenal dengan nama Prolita telah diselenggarakan secara menyeluruh di semua RT di Kota Bontang, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program program pemerintah serta meningkatkan pembangunan di setiap RT. Program Prolita diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat dalam hal pembangunan infrastruktur, sosial dan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir ini aktivitas setiap RT dalam hal pembangunan dan kegiatan sosial dirasa meningkat. Hal ini dilihat sebagai keberhasilan dalam pelaksanaan Prolita. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui keberhasilan Prolita dari sisi output dan outcome di Kelurahan Satimpo Bontang Selatan Kota Bontang serta mengetahui faktor pendorong dan penghambat keberhasilan pelaksanaan Prolita di Kelurahan Satimpo Bontang Selatan Kota Bontang. Dalam penelitian ini masalah yang akan diteliti adalah bagaimana keberhasilan Program Dana Lima Puluh Juta Per-Rukun Tetangga di Kelurahan Satimpo Bontang Selatan Kota Bontang dan apa faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan Program Dana Lima Puluh Juta Per-Rukun Tetangga di Kelurahan Satimpo Bontang Selatan Kota Bontang Analisis penelitian ini adalah pelaksanaan program program Prolita di Kelurahan Satimpo di bidang infrastruktur, sosial dan ekonomi dari sisi output telah tercapai semua. Sedangkan dari sisi outcome dari 8 program yang dilaksanakan, 7 program tercapai dan 1 program belum tercapai. Berdasakan hasil wawancara dan observasi, program Prolita di Kelurahan Satimpo yang outcome telah tercapai diantaranya program pembangunan dan atau perbaikan sistem drainase, program penyediaan sarana prasarana jalan, program pembangunan RTH (Ruang Terbuka Hijau) rukun tetangga, program penyediaan sarana prasarana peribadatan, sosial dan olahraga, program penyediaan sarana bak sampah, program pembangunan dan atau perbaikan MCK umum, program bantuan sosial bagi lansia. Sedangkan program yang berdasarkan observasi peneliti dari sisi outcome belum tercapai yaitu program pembangunan sarana siskamling. Dalam pelaksanaanya terdapat faktor penghambat dan pendorong keberhasilan Prolita yaitu faktor penghambat pertama, usulan usulan dari RT ke Kelurahan tidak semua terpenuhi disebabkan karena keterbatasan dana. Kedua, Prosedur pengusulan dan pencairan dana yang ribet dan lama membuat program lambat dijalankan. Selain faktor pendorong terdapat faktor pendorong keberhasilan Prolita yaitu pertama, Masyarakat Kelurahan Satimpo yang partisipatif. Kedua, dukungan pemerintah terhadap Program Prolita dengan membuat reward bagi Kelurahan yang memiliki nilai tinggi dalam hal partisipasi. Saran : (1) Sebaiknya dilakukan inventarisasi bantuan yang berupa barang seperti sound system, tarup dan sebagainya. (2) pelaksanaan pembangunan dalam bidang infrastruktur diharapkan masayarakat ikut berpartisipasi penuh dalam pembuatannya agar masyarakat merasa memiliki langsung infrastruktur di lingkungan mereka. (3) lebih sering mengadakan pertemuan untuk mempererat hubungan antara kelurahan dengan Ketua RT. Kata kunci : Evaluasi, Kebijakan Lima Puluh Juta, Rukun Tetangga
Prolita is a program known as (Program Lima Puluh Juta) has been held thoroughly in Bontang. The purpose are increasing public to participate in each program that has been held by government and developing establishment in all neighborhoods. Hopefully, Prolita can fulfill all the public needed in developing the infrastructures, social and economy. Recently, the establishment and socialization in neighborhoods have been increasing. This is can be seen as a successfullness implementation of Prolita. Research Objectives: The research aims to know the successfullness of Prolita from the output and outcome programs in Satimpo, South Bontang. In this study, the problems that will be questioned are How is the successfullness of Prolita in Satimpo, South Bontang and what is the incentives and the obstacles in implementing of Prolita in Satimpo, South Bontang. Based on the observation and interview done by the researcher the results of this research are the implementation of Prolita to develop the infrastructures, social and economy of the output programs that have been achieved in Satimpo, South Bontang. In terms of the outcome programs 7 out of 8 programs have been achieved and 1 program has not been achieved yet. The outcome programs of Prolita that have been achieved are the development or improvement of drainage system, road infrastructure program, green open spaces development program, religion facility program, public spaces and sport venues program, provision of trash facilities, construction and repairment of public toilets, social assistance program for the elderly. Meanwhile, one program that has not been achieved yet was the construction of security facilities. Within implementing the Prolita there are obstacle and incentive factors. The first obstacle is the proposal from neighborhoods partially are not acceptable due to the limited funds. The second one is the procedure of disbursement the funds being very long and complicated. Moreover, there are incentive factors that making the successness of Prolita. The first is Satimpo Community participation. The second is the government support for Prolita by making a reward for all urban villagers who have high percentage in terms of participation. These are the suggestions from the researcher for the implementation of Prolita, (1) it should get inventory support such as sound systems, tents and others. (2) the implementation of development in infrastructures sector are expected public to entirely participate, then public will feel that the infrastructures in their environment are theirs. (3) based on the rules of the mayor ( number 73/2012) that Prolita is about a program that will become a rule to facilitate public in Bontang . (4) hold the meetings between neighborhoods and the head village more often to strengthen their relationship. Keywords : Evaluation, policy, neighborhood
Kata Kunci : Evaluasi, Kebijakan Lima Puluh Juta, Rukun Tetangga