Laporkan Masalah

Kemitraan Usaha Gula Semut di Koperasi Serba Usaha Jatirogo

MUTIARA MAJIDA ANISA FATMA, Dra. Agnes Sunartiningsih, M.S.; Drs. Soetomo, M.Si.; Drs. Djoko Suseno, S.U.

2018 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kemitraan usaha gula semut di Koperasi Serba Usaha Jatirogo. KSU Jatirogo mampu menghasilkan produk terbanyak hingga 150 ton per bulan. Proses produksi usaha gula semut ini pun mengaitkan banyak aktor yaitu penderes dan pengepul lokal. Namun, pada kenyataannya kesejahteraan penderes yang menjadi mitra koperasi pun tidak jauh berbeda dengan penderes yang bukan mitra koperasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY sebagai wilayah dengan jumlah penderes koperasi terbanyak. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep kemitraan usaha dan koperasi. Konsep kemitraan usaha memiliki lima prinsip yaitu saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, keterbukaan, dan keserasian. Sedangkan konsep koperasi memiliki tujuh prinsip utama yaitu keanggotaan sukarela dan terbuka, pengelolaan demokratis, pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil, pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian, dan kerja sama antarkoperasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menetapkan 14 informan yang terdiri dari pengurus KSU Jatirogo, petugas lapangan, Koordinator ICS, CPU, warehouse, pengepul, dan penderes. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan, pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang terjalin melalui usaha gula semut di KSU Jatirogo hingga proses institusionalisasi. Hal tersebut dikarenakan adanya mekanisme ideal dalam rantai aktor usaha gula semut yaitu penderes, pengepul, CPU/warehouse, dan koperasi. Hubungan antara satu aktor dengan aktor lain usaha gula semut memiliki tingkat kedekatan yang berbeda-beda tergantung dari intensitas pemberian setoran. Namun, KSU Jatirogo belum dapat memenuhi prinsip komitraan maupun koperasi. Pelaksanaan usaha gula semut pada kenyataannya merupakan lembaga yang dibentuk karena tujuan bisnis. Sehingga, implementasi usaha gula semut cenderung mengesampingkan prinsip-prinsip kemitraan, koperasi, dan tentunya kesejahteraan penderes.

This research conduct for the study of relation between partnership of brown sugar business in Koperasi Serba Usaha Jatirogo. The highest production of brown sugar KSU Jatirogo is 150 tons a month. Actors who take a role in this production process are locals penderes and pengepul. However, the welfare of penderes that join partnership with koperasi is not better than penderes that not join partnership with koperasi. Location of this research at Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY as the highest number of penderes that join partnership with koperasi. This research use business partnership and cooperation (koperasi) concepts. The business concept of partnership has five principles name mutual need, strengthening, benefit, transparation, and harmony, whereas the koperasi concept has seven principles name open and voluntary membership, democratic management, fairly propotion sisa hasil usaha, limited remuneration, independent, education of koperasi, and partnership with others koperasi. This research use descriptive qualitative method. Literature study, interview, observation, and documentation are tecniques of collecting data. This study has 14 informants consist of KSU Jatirogo, CPU, warehouse, collectors (pengepul), and penderes. Data reduction, data presentation, and conclusion are the way to analyze. Meanwhile, data triangulation is the examination of data validity. The result showed that there is a relation in production process at KSU Jatirogo until institutionalized. This is due to ideal mecanism of brown sugar business between production actors; penderes, pengepul, warehouse, CPU, and koperasi. Relationship between actors of brown sugar business has different level of closeness depending on the intensity of sugar deposit. KSU Jatirogo still unable to fulfill the principles of partnership and koperasi. Implementation of brown sugar business formed for business purposes. Thus, that tends override princeples of partnership, cooperation (koperasi), and the welfare of penderes.

Kata Kunci : gula semut, penderes, koperasi, kemitraan.

  1. S1-2018-364663-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364663-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364663-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364663-title.pdf