Hubungan Tingkat Pengetahuan SADARI dengan Perilaku SADARI sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Mahasiswi S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Gadjah Mada
MARIA E.C. SUNG, Kusminatun. Amd. Keb., S.Pd., M. Sc; Sumarah. S.SiT., M. PH
2018 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVABSTRAK Kejadian kanker payudara masih sangat tinggi di seluruh dunia dan juga Indonesia. Kejadian kanker payudara tertinggi di Indonesia terdapat di daerah DI Yogyakarta. Terdapat beberapa faktor penyebab tingginya angka kejadian kanker payudara yaitu kurangnya informasi tentang kanker, pengetahuan tentang deteksi dini kanker yang minim dan kesadaran yang rendah. Kanker payudara dapat ditemukan secara dini dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Deteksi dini pemeriksaan payudara sendiri dapat menekan angka kematian sebesar 25-30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara. Metode penelitian menggunakan cross sectional. Populasi target adalah Mahasiswi S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada. Pengambilan sampel yang digunakan dengan consecutive sampling dan perhitungan besar sampel menggunakan rumus Lemeshow. Data diperoleh menggunakan data primer. Analisis data menggunakan uji Chi square (alfa sama dengan 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 104 Mahasiswi terdapat responden dengan tingkat pengetahuan tentang SADARI baik sebanyak 63 orang (60,6%), tingkat pengetahuan cukup 34 orang (32,7%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 7 orang (6,7%). Sedangkan perilaku SADARI yang baik sebanyak 9 orang (8,7%), perilaku yang cukup sebanyak 35 orang (33,7%) dan perilaku SADARI yang kurang berjumlah 60 orang (57,7%). Uji statistik didapatkan p value kurang dari 0,016, sehingga terdapat hubungan tingkat pengetahuan SADARI dengan perilaku SADARI. Nilai OR sama dengan 8,319. Kesimpulan yang diambil adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan perilaku SADARI.
ABSTRACT The incidence of breast cancer is still very high throughout the world and also Indonesia. The highest incidence of breast cancer in Indonesia is found in the DI Yogyakarta area. There are several factors causing high rates of breast cancer incidence that is lack of information about cancer, knowledge about early detection of minimal cancer and low awareness. Breast cancer can be found early with breast self-examination (BSE). Early detection of breast self-examination can reduce mortality by 25-30%. This study aims to determine the relationship of knowledge level with BSE behavior as early detection of breast cancer. The research method used cross sectional. The target population is the S1 student of the Faculty of Social and Political Sciences Gadjah Mada University. Sampling used with consecutive sampling and large sample calculations using the Lemeshow formula. Data obtained using primary data. Data analysis using Chi square test (alpha equal to 0,05). The result of the research shows that from 104 students, there are respondents with knowledge level about BSE either 63 people (60,6%), knowledge level 34 persons (32,7%) and knowledge level less 7 (6.7%). While good BSE behavior as much 9 people (8.7%), enough behavior as many as 35 people (33.7%) and behavior BSE is less amounted to 60 people (57.7%). The statistical test obtained p value less than 0.016, so there is a correlation between the level of BSE knowledge with the BSE behavior. The OR value is equal to 8.319. The conclusion is that there is a relationship between the knowledge level of BSE and the BSE behavior.
Kata Kunci : Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, SADARI / Keywords: Knowledge, Behavior, BSE