Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kanker Serviks dengan Sikap Terhadap Vaksinasi HPV pada Siswi SD Kelas 5 di Kecamatan Playen Kabupaten Gunung Kidul
MARIA YOSHINTA, Surjani, S.Si.T., M.PH; Yani Widyastuti, M.Keb
2018 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVKanker serviks adalah penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada wanita. Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV di Indonesia masih merupakan pilot program yang dilaksanakan pada siswi SD kelas 5 pada tahun 2017 di Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cakupan vaksinasi HPV terendah berada di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Metode penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswi SD kelas 5 di Kecamatan Playen sebanyak 79 sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik area random sampling dan penghitungan besar sampel menggunakan rumus Lameshow. Data diperoleh dari hasil mengisi kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75,9% siswi memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker serviks dan 24,1% siswi memiliki pengetahuan yang kurang baik. Sebagian besar siswi (54,4%) bersikap positif terhadap vaksinasi HPV dan 45,6% siswi masih bersikap negatif terhadap vaksinasi HPV. Uji statistik menunjukkan p value 0,022 (kurang dari 0,05) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan sikap terhadap vaksinasi HPVdengan keeratan hubungan yang cukup ditunjukkan dengan koefisien cramer 0,258 (C lebih dari 0,25 dan kurang dari sama dengan 0,5). Siswi yang memiliki pengetahuan baik tentang kanker serviks mempunyai kemungkinan 3,5 kali untuk bersikap positif terhadap vaksinasi HPV (OR 3,468, 95% CI 1,162-10,455).
Cervical cancer is the second leading cause of woman death in the world. Cervical cancer can be prevented with HPV vaccination. HPV vaccination in Indonesia are still a pilot program that was held at 5th grade schoolgirls in the elementary school in 2017 in Kulon Progo and Gunung Kidul Regencies, Daerah Istimewa Yogyakarta. The lowest scope of HPV vaccination is in Playen, Gunung Kidul Regency. The method used in this research was cross sectional design. Samples to this research is the 5th grade schoolgirls in the elementary school in Playen, with total 79 samples .The area random sampling technique was used to take the samples. The large of samples are counting by Lameshow�s formula. Data is obtained from fill in the questionnaires. Analysis data using chi square test. The result showed that as much as 75,9% students have well knowledge of cervical cancer and 24,1% students know less. Most students (54,4%) have positively attitude to HPV vaccination and 45,6 % of students still have negative attitude to HPV vaccination. Statistical tests indicate p value 0,022 (less than 0,05) so there is a significant relation exists between the level of knowledge of cervical cancer with the attitude toward HPV vaccination. There is close relationship that indicated by the cramer 0,258 (C more than 0,25 and less than 0,5). Students with well knowledge of cervical cancer have a possibility 3,5 times to act positively towards HPV vaccination (OR 3,468, 95% CI: 1,162-10,455).
Kata Kunci : Kata Kunci: Pengetahuan, kanker serviks, sikap, vaksinasi HPV/ Keywords: Knowledge, Cervical Cancer, Attitude, HPV Vaccination