KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA BARAT: PENDEKATAN INPUT OUTPUT
IZZA HASNA SYARIFA, Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2018 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Keterkaitan ekonomi antarsektor merupakan unsur penting dalam proses pembangunan ekonomi daerah untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang bersinergi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan sektor pertanian terhadap perekonomian di Provinsi Jawa Barat, mengetahui nilai keterkaitan ke belakang dan nilai keterkaitan ke depan sektor pertanian dengan sektor lainnya, dan mengetahui efek pengganda (multiplier) output dan pendapatan rumah tangga sektor pertanian terhadap perekonomian Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tabel Input-Output Transaksi Domestik Atas Dasar Harga Produsen Provinsi Jawa Barat tahun 2010 dengan klasifikasi 86 sektor. Hasil penelitian ini menunjukkan, sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan memiliki kontribusi cukup besar pada pembentukan struktur permintaan sebesar 7,65%, output sektoral 7,65%, investasi sebesar 1,07%, dan nilai tambah bruto 12,60%, sedangkan pada pembentukan konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih memiliki kontribusi yang rendah. Seluruh komoditas pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan bukan merupakan sektor unggulan karena termasuk dalam prioritas III dan IV. Komoditas subsektor agroindustri yang merupakan sektor unggulan yaitu industri kertas, barang dari kertas dan sejenisnya; industri karet dan barang-barang dari karet; industri kimia dasar, kecuali pupuk; industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia lainnya serta industri tekstil karena termasuk dalam prioritas I. Komoditas karet, tembakau, tebu, unggas dan hasil-hasilnya, cengkeh, serta kayu dan hasil-hasilnya memiliki nilai angka pengganda pendapatan rumah tangga yang tinggi. Komoditas subsektor agroindustri yang memiliki nilai angka pengganda output dan pendapatan rumah tangga yang tinggi adalah industri kertas, barang dari kertas dan sejenisnya; industri karet dan barang-barang dari karet; serta teh olahan.
Economic linkages between sectors are an important element in the regional economic development process to achieve an synergistic economic development. This research aims to know the contribution of agriculture sector, to know backward linkage and forward linkage of agriculture sectors, and to know simple output multiplier effect and simple household income multiplier of agriculture sector in the economy of Jawa Barat Province. This study used Jawa Barat Province Input-Output domestic transactions based on producer Price in 2010 year with the classification of 86 sectors. The results of this study indicate that agriculture, livestock, forestry and fishery sector has a large contribution to the formation of demand structure (7.65%), sectoral output (7.65%), investment (1.07%), and gross value added (12.60%) whereas in the formation of household consumption, government spending and net exports have a low contribution. All commodities in agriculture, livestock, forestry and fishery sector are not the leading sectors because they are included in 3rd and 4th priority. The leading sector in agroindustry subsector are the paper industry, paper products and the like; rubber industry and rubber goods; basic chemical industries, except fertilizers; chemical industry and other chemicals and textile industries because they are included in the 1st priority. Rubber, tobacco, sugarcane, poultry and the other’s product, clove, and wood products and the other’s product have high rate of simple household income mutliplier. Agroindustry subsector that has high simple output multiplier and high simple household income are paper industry, paper products and the like; rubber industry and rubber goods; and processed tea.
Kata Kunci : sektor pertanian, agroindustri, pendekatan input output, sektor unggulan