POLITIK LUAR NEGERI AUSTRALIA TERHADAP CINA DAN AMERIKA SERIKAT DI TENGAH KOMPETISI STRATEGIS CINA-AS DI KAWASAN ASIA PASIFIK STUDI KASUS: RATIFIKASI CHINA-AUSTRALIA FREE TRADE AGREEMENT
ASA LUCKY LESTARI NI NYOMAN, Dr. Dafri Agussalim, M.A.
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSkripsi ini menjelaskan mengenai strategi negara menghadapi dilema dalam politik luar negerinya karena kompetisi kekuasaan di antara dua negara kekuatan utama di dalam kawasan. Dilema ini dialami oleh Australia karena rivalitas yang terjadi di antara Cina dan Amerika Serikat di Asia Pasifik. Kebangkitan Cina sebagai mitra utama dalam aktivitas perdagangan serta kekuatan ekonomi baru di dalam kawasan berhasil mengubah pandangan Australia terhadap negara yang selama ini dinilai sangat berpotensi menjadi ancaman. Di sisi lain, relasi tradisionalnya dengan AS dalam bentuk aliansi militer menjadi salah satu kepentingan politik luar negeri yang justru merintangi upayanya untuk meningkatkan relasi ekonomi dan politik dengan Cina. Fenomena ini menempatkan Australia dalam sebuah dilema terkait dengan kepentingan strategisnya terhadap Cina dan AS. Skripsi ini akan menggunakan konsep bandwagon sebagai kacamata analisis dalam kasus ratifikasi China-Australia Free Trade Agreement tahun 2015 dari sudut pandang Australia. Ratifikasi ini dipandang sebagai sebuah momen bersejarah yang mampu menekan potensi ancaman dari Cina terhadap Australia, serta membuka peluang keuntungan ekonomi yang lebih besar di level bilateral dan regional.
This thesis explains about state strategy to deal with the dilemma in its foreign policy because of the competition of power between two great powers in the region. This dilemma is faced by Australia in consideration of rivalry situation between China and the United States within the Asia Pacific region. "The Rising China" quickly become Australia's major trading partner and new economic power in the region, whereas successfully changing Australia's perceptions towards China which has been seen as a potential threat to Australia for a long time. On the other side, its traditional military alliance with United States is one of the most crucial foreign policy interest which is potentially become obstacle for Australia in the aim of getting closer with China. This situation puts Australia in the middle of dilemma between its strategic interest toward China and US. This thesis will analyze the case study of ChAFTA ratification on 2015 from Australia point of view with bandwagon concept. The ratification of this agreement is seen as Australia's effort to reduce its potential threat from China and stimulate new economic opportunities in bilateral and regional relations.
Kata Kunci : Australia, Cina, Amerika Serikat, Ratifikasi ChAFTA, Kompetisi Strategis Cina-AS, Asia Pasifik/Australia, China, the United States, Ratification of ChAFTA, China-US Strategic Competition, Asia Pacific