Analisis Politik Luar Negeri Cina dalam Mewujudkan Belt and Road Initiative melalui Rusia: Perspektif Realisme Neo-klasik
NOVRIMA RIZKI ARSYANI, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, S.I.P., M.A.(IR)
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALBelt and Road Initiatives (BRI) diperkenalkan oleh Cina pada tahun 2013 dalam rangka memperkuat konektivitas antarnegara di dunia. Hingga saat ini, Cina gencar mencari dukungan bagi terwujudnya mega proyek tersebut. Misalnya dengan Rusia, di mana Cina memutuskan untuk mendukung integrasi proyek BRI dengan kerja sama ekonomi yang digawangi oleh Rusia, Eurasian Economic Union (EAEU). Dengan menggunakan realisme neo-klasik, skripsi ini menganalisis politik luar negeri Cina terhadap Rusia dengan melihat dorongan dari sistem yang memungkinkan kedua negara berinteraksi secara intens di kawasan Asia Tengah dalam kaitannya dengan BRI dan EAEU. Sistem tersebut secara spesifik digambarkan oleh Shanghai Cooperation Organization (SCO). Analisis juga meliputi keadaan domestik Cina di bawah Xi Jinping yang juga ikut memengaruhi relasi kedua negara.
The Belt and Road Initiatives (BRI), which is expected to strengthen connectivity among countries in the world, was introduced by China in 2013. Until today, China still looks for supports to bring the mega project into reality. As with Russia, China decided to integrate BRI with an economic union introduced by Russia, Eurasian Economic Union (EAEU). With neoclassical realism as main theoretical framework, this study analyses China’s foreign policy towards Russia by examining the system which enables both countries to make significant interactions in Central Asia in relation with BRI and EAEU. The system is specifically represented by Shanghai Cooperation Organization (SCO). The analysis also includes China’s domestic condition under Xi Jinping that has strong impact to influence the interactions.
Kata Kunci : Cina, Rusia, Belt and Road Initiatives, realisme neo-klasik