Laporkan Masalah

Budaya Keamanan Nasional dan Penanganan Isu Pencari Suaka di Australia pada Masa Tony Abbott (2013-2015)

NABILA KHOIRU NISA, illegal immigration, xenophobia, anti-immigrants, national identity, national interest, security policy

2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Salah satu pilar kebijakan luar negeri Australia adalah menjadi warga internasional yang baik, termanifestasikan dengan menandatangani Konvensi HAM dan Pengungsi. Pun begitu, kepentingan ini terbentur dengan kepentingan keamanan dengan tingginya kedatangan pencari suaka dan pengungsi. Menjadi suatu paradoks ketika Australia tidak menerima mereka, terutama yang datang dengan perahu (IMA), dengan baik serta menerapkan kebijakan melanggar HAM dan Konvensi Pengungsi. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya kemanan nasional berpengaruh pada diterapkannya kebijakan resktriktif terhadap pencari suaka di masa Tony Abbott (2013-2015). Riset ini menemukan bahwa kebijakan imigrasi yang restriktif dipengaruhi oleh budaya di dalam Australia dengan mendasarkan pada budaya keamanan nasional dari Peter Katzenstein. Dari lingkungan budaya internal, kebijakan restriktif dipengaruhi oleh adanya budaya xenofobia, eksklusi, penunjukan sebagai ancaman, dan penekanan pada aspek illegalitas pencari suaka yang datang dengan perahu (IMA).

One of the Australian foreign policy's pillars is to be a good international citizen, which was manifested in being a signatory party of Human Rights and Refugee Convention. Nonetheless, this interest clashes with security interest by the increasing number of refugees and asylum seekers coming to the mainland Australia. It would be a paradox when Australia rejects them, especially the ones coming with boats--referred as Illegal Maritime Arrivals (IMA)--and applying policies that contravene with human rights and Refugee Convention. Using a qualitative research method, this research aims to understand how national security culture influences in imposing restrictive policies toward asylum seekers in Tony Abbott's era (2013-2015). This research finds that the restrictive immigration policies were affected by the internal cultures in Australia, based on the theory of Peter Katzenstein's National Security Culture. From the internal cultural environment, the restrictive policies were influenced by cultures of xenophobia, exclusion, threat perception, and focusing on the 'illegality' aspect in understanding issues of IMA.

Kata Kunci : imigrasi illegal, xenofobia, anti-imigran, identitas nasional, kepentingan nasional, kebijakan keamanan.

  1. S1-2013-320333-abstract.pdf  
  2. S1-2013-320333-bibliography.pdf  
  3. S1-2013-320333-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-367516-abstract.pdf  
  5. S1-2018-367516-bibliography.pdf  
  6. S1-2018-367516-tableofcontent.pdf  
  7. S1-2018-367516-title.pdf