PROSES PENGEMBANGAN SOCIAL ENTERPRISE (Studi Biografi Pada CV Agradaya di Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Sleman, Yogyakarta)
KARLIN MAULINDA, Dewi Cahyani Puspitasari, S.Sos., M.A.
2018 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIABSTRAKSI Kewirausahaan sosial di Indonesia cukup berkembang pesat saat ini. Kewirausahaan sosial menjadi solusi alternatif dalam pemecahan sosial masyarakat dengan kewirausahaan. Salah satu organisasi kewirausahaan sosial di Yogyakarta adalah Agradaya yang bergerak di bidang pertanian. Agradaya melakukan optimalisasi hasil produksi pertanian. Penelitian ini mengidentifikasi proses kewirausahaan sosial menggunakan konsep Perrini dan Vurro. Pada prosesnya terdapat pengembangan ikatan jaringan yang merupakan satu kesatuan dalam proses kewirausahaan sosial. Pengembangan ikatan jaringan dikaji menggunakan konsep keterlekatan Granovetter yang terjadi antara aktor Agradaya dengan kelompok sasaran, yaitu petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pendekatan studi biografi yang mengungkapkan pengalaman-pengalaman menarik aktor dalam proses pengembangan kewirausahaan sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen. Pemilihan informan adalah purposive yang langsung mengarah pada tujuan. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus adalah dua pendiri Agradaya, Andhika dan Asri. Informan pendukung terdiri dari petani yang tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT) Menoreh binaan Agradaya. Analisis data, dilakukan dengan mengkategorisasikan data, mendeskripsikan, dan data disajikan dalam bentuk narasi cerita beserta grafik, skema, dan gambar, lalu menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Agradaya memulai praktik kewirausahaan sosial secara langsung sebagai social enterprise. Terkait dengan bagan yang dimodifikasi antara skema proses Perrini dan Vurro dengan keterlekatan Granovetter maka Agradaya telah melalui proses pengembangan social enterprise sesuai tahapan, meskipun aspek keterlekatannya bersifat lemah. Keterlekatan lemah dalam pengembangan ikatan jaringan Agradaya, ditunjukkan dengan hasil penelitian bahwa intensitas bertemu terjadi sebulan sekali, komunikasi yang terjadi tidak lancar, serta interaksi terbatas pada kegiatan pertanian yang berkaitan dengan meningkatkan hasil produksi. Pelaksanaan kegiatan pertanian kepada petani dilakukan oleh mitra, sehingga dapat disimpulkan bahwa Agradaya sebagai social enterprise tidak melakukan pendekatan mendalam kepada seluruh anggota kelompok sasaran.
ABSTRACT Social entrepreneurship in Indonesia is growing rapidly nowadays. Social entrepreneurship becomes an alternative solution in social solving of society with entrepreneurship. One of the social entrepreneurship organizations in Yogyakarta is Agradaya which is engaged in agriculture. Agradaya to optimize agricultural production. This research focus to identify the process of social entrepreneurship using the concept of Perrini and Vurro. In the process there is the development of networking bond which is a unity in the process of social entrepreneurship. Development of network ties was studied using the concept of the Granovetter attachment that occurred between the Agradaya actors and the target group, ie the farmers. The method used in this research is a qualitative biographical study approach that reveals interesting experiences of actors in the process of developing social entrepreneurship. Technique of data collection is done by observation, interview, and document searching. Selection of informants is purposive that directly leads to the goal. In this research the focus is the two founders of Agradaya, Andhika and Asri. Supporting informants consist of farmers who are members of the women farmer group (KWT) Menoreh guided Agradaya. Data analysis, done by categorizing data, describing, and data presented in the form of narrative stories along with graphs, schemes, and drawings, then draw conclusions. This research results that Agradaya started the practice of social entrepreneurship directly as a social enterprise. Related to the modified chart between the Perrini and Vurro process schemes with the Granovetter attachment, the Agradaya has been through the social enterprise development process in accordance with the stages, although the attachment aspect is weak. The weak attachment in the development of the Agradaya network ties, shown by the results of the research that the intensity of meet occurs once a month, the communication is not smooth, and the interaction is limited to agricultural activities related to increasing production. Implementation of agricultural activities to farmers is done by partners, so it can be concluded that Agradaya as a social enterprise does not make a deep approach to all members of the target group.
Kata Kunci : Kewirausahaan Sosial, Pengembangan, Social Enterprise, Agriculture, Embeddedness.