Hubungan Komunikasi Interpersonal Orang Tua-Remaja dengan Perilaku Seksual Remaja di Desa Parangtritis
MALIHATUL MARDHIYYAH, Drs. Abdul Wahab, MPH; Iphigienia Iradati, M.Kes; Dr. Yuni Kusmiati, S.ST., M.PH
2018 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVABSTRAK Latar belakang: Pada era modernisasi, banyak remaja mengalami perbedaan kematangan secara fisik dan mental sehingga mendorong mereka untuk berperilaku negatif. Pengaruh informasi global yang semakin mudah diakses justru memancing remaja untuk mengadaptasi kebisaan yang tidak sehat, diantaranya perilaku seksual berisiko. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja adalah orang tua. Komunikasi interpersonal antara orang tua dan remaja yang baik diharapkan dapat mengatasi masalah perilaku seksual remaja. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal orang tua-remaja dengan perilaku seksual remaja. Metode: Metode penelitian menggunakan desain crosssectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dengan jumlah sampel 80 remaja usia 10-19 tahun di Desa Parangtritis. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariabel menggunakan uji Chi-square untuk tabel 2x2 dan regresi logistik sederhana untuk tabel 3x2 serta analisis multivariabel menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal orang tua-remaja yang buruk memiliki perilaku seksual berisiko yang lebih tinggi sebesar 64,1% dibandingkan dengan komunikasi interpersonal yang baik. Uji statistik didapatkan p value 0,000 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal orang tua-remaja dengan perilaku seksual remaja. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku seksual adalah komunikasi interpersonal dan jenis kelamin, dan terdapat faktor confounding yaitu usia dan sumber informasi seksual. Kesimpulan: Komunikasi interpersonal antara orang tua dan remaja yang baik dapat membentuk pola dasar kepribadian dan perkembangan psikologis yang sehat, sehingga semakin baik komunikasi yang dilakukan antara orang tua dan remaja maka risiko remaja untuk melakukan perilaku seksual berisiko akan semakin rendah.
ABSTRACT Background: In the era of modernization, many adolescents has maturity gap, it means there is difference in maturity both physically and mentally that encourage them to behave negatively. The influence of information that easily is provoking adolescents to adapt unhealty habit such as risky sexual behavior.One of the factors that influence sexual behavior in adolescents is their parents. Good interpersonal communication between parents and adolescents is expected to overcome sexual behavior problems in adolescents. Objective: To determine the relationship between parent-adolescent interpersonal communication to adolescent sexual behavior. Method: The study is crosssectional study and using stratified cluster sampling as sampling technique with the number of samples are 80 adolescents aged 10-19 years in Parangtritis. The data was collected using a questionnaire. Bivariable analysis using 2x2 table Chi-square test and 3x2 table simple logistic regression and multivariable analysis using multiple logistic regression. Result: The results of this study showed that poor parent-adolescent interpersonal communication had a higher risk of 64,1% for risky sexual behavior compared to good parent-adolescent interpersonal communication. The statistical test was obtained p value = 0.000, so that there is a significant relationship between parent-adolescent interpersonal communication with adolescent sexual behavior. The factor that most related to sexual behavior is interpersonal communication and gender. There are confounding factors are age and the source of sexual information. Conclusion: Good interpersonal communication between parents and adolescents can form a basic pattern of healthy personality and psychological development, the better communication is made between parents and adolescent the risk of adolescents to engage in risky sexual behavior will be lower.
Kata Kunci : Kata kunci : komunikasi interpersonal orang tua-remaja, perilaku seksual remaja, faktor confounding / Keywords: parent-adolescent interpersonal communication, adolescent sexual behavior, confounding factors