Laporkan Masalah

KARANG TARUNA DAN PARTISIPASI PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN DESA (Kasus Upaya Pemberdayaan Pemuda oleh Pemerintah Desa di Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Yogyakarta)

NEVI ANGGRAENI R, Dr. Amalinda Savirani, S.I.P., M.A.

2018 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Penelitian mengenai pemberdayaan pemuda melalui Karang Taruna ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana upaya pemberdayaan pemuda yang dilakukan oleh Pemerintah Desa melalui Lembaga Kemasyarakatan Desa Karang Taruna agar bisa berpartisipasi ke dalam pembangunan desa. Penelitian ini menjadi penting mengingat sesuai amanat Undang-Undang Desa, tata kelola desa menjadi tanggung jawab pemerintah desa dan masyarakat yang ada di dalamnya tanpa terkecuali, termasuk pemuda. Akan tetapi, selama ini, penulis melihat bahwa keterlibatan pemuda ke dalam upaya pembangunan tersebut masih jauh dari kata cukup. Oleh karena itu, penulis memandang bahwa upaya pemberdayaan pemuda ini menjadi penting untuk dilakukan agar pemuda bisa memenuhi tanggung jawabnya dan menikmati haknya untuk terlibat ke dalam proses tata kelola desa. Penelitian ini dilakukan di Desa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Objek penelitian ini adalah Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo. Upaya yang dilakukan pemerintah desa sebagai bentuk pemberdayaan pemuda akan dilihat menggunakan teori dari Kartasasmita mengenai sikap enabling, empowering, dan protecting yang lazim digunakan dalam suatu proses pemberdayaan. Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan in depth interview sebagai teknik pengumpulan data utama. Berdasarkan penelitian, dihasilkan bahwa upaya pemberdayaan pemuda yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sinduharjo belum maksimal. Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Sinduharjo telah membukakan akses bagi pemuda untuk ikut serta dalam tata kelola desa dengan merevitalisasi Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo. Selanjutnya, Pemerintah Desa Sinduharjo telah memberikan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat menunjang upaya pemberdayaan pemuda tersebut. Langkah terakhir yang seharusnya ditempuh adalah dengan melindungi pemuda, dalam hal ini Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo, agar dapat menarik, mendorong, dan berjalan beriringan bersama dengan Pemerintah Desa Sinduharjo beserta seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam membangun desa, yang sayangnya belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, harus dikatakan bahwa upaya pemberdayaan pemuda yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sinduharjo melalui Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo belum maksimal.

This research on youth empowerment through Karang Taruna was done to find out how is the effort of youth empowerment done by Village Government through Karang Taruna Village Community Institution in order to participate into village development. This research becomes important because according to the mandate of Undang-Undang Desa, village governance processes becomes a responsibility of the village government and the society within the village without exception, including youth. However, during this time, I assume that the involvement of youth into the development effort is still far from enough. Therefore, I think that this youth empowerment effort is essential to do so that youth can fulfill their responsibilities and enjoy their right to be involved in village governance processes. This research was conducted in Sinduharjo Village, Ngaglik Subdistrict, Sleman Regency, Yogyakarta. The object of this research is Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo. Efforts made by the village government as a form of youth empowerment will be seen using Kartasasmita's theory of enabling, empowering, and protecting attitudes commonly used in a process of empowerment. The research was conducted qualitatively descriptive with in depth interview as the main data collection technique. Based on the research, it was found that the efforts of youth empowerment conducted by Sinduharjo Village Government have not been maximized. As a first step, Sinduharjo Village Government has opened up access for youth to participate in village governance processes by revitalizing Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo. Furthermore, Sinduharjo Village Government has provided facilities and infrastructures that are expected to support the youth empowerment efforts. The last step that should be taken is to protect the youth, in this case Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo, in order to attract, encourage, and go hand in hand together with the Sinduharjo Village Government and all levels of society to participate in developing the village, which unfortunately has not done well. Therefore, it must be said that the efforts of youth empowerment done by Sinduharjo Village Government through Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo are not maximal yet.

Kata Kunci : pemuda, partisipasi, pemberdayaan pemuda, pembangunan desa

  1. S1-2018-317958-abstract.pdf  
  2. S1-2018-317958-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-317958-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-317958-title.pdf