Pelaksanaan Perjanjian Pinjaman Luar Negeri Antara JICA dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam Proyek IP-524 (Penanganan Bencana Erupsi Gunung Merapi)
ELISA YULIANA, Laras Susanti, S.H., LL.M
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenulisan hukum ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk perjanjian pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang diwakilkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan JICA yang merupakan Badan Kerjasama Internasional Jepang yang didirikan oleh Pemerintah Jepang untuk membantu membiayai pembangunan negara-negara berkembang. Dana yang diperoleh dari peminjaman ini digunakan untuk membiayai proyek IP-524, yaitu suatu proyek penanganan erupsi gunung merapi dengan membangun sabo dam, yaitu bangunan yang bermanfaat sebagai pengendali lahar akibat letusan gunung berapi, pengendali erosi, dan pencegah longsor. Selain itu, JICA juga memberi pinjaman kepada Pemerintah Indonesia untuk membangun beberapa Shelter, yaitu tempat penampungan pengungsi bencana. Penulisan hukum ini menggunakan pendekatan yuridis-empiris, data diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Langkah selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan data deskriptif-kualitatif. Kesimpulan dari hasil penulisan hukum ini adalah perjanjian pinjaman luar negeri antara pemerintah Indonesia dengan JICA berjalan dengan lancar, namun di tengah berjalannya perjanjian, terjadi erupsi Gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober yang membuat pekerjaan proyek tertunda selama 1,5 bulan. Beberapa sabo dam dan shelter yang telah dibangun juga mengalami kerusakan, sehingga terjadi kerugian karena pekerjaan tertunda dan beberapa bangunan yang telah selesai dikerjakan mengalami kerusakan.
This legal writing is aimed at knowing and analyzing the form of foreign loan agreement conducted by the Indonesian government represented by the Minister For Public Works and Human Settlements. with JICA which is the Agency for International Cooperation of Japan, established by the Government of Japan to help finance the development of developing countries. Funds obtained from this loan are used to finance the IP-524 project, a project to handle eruption of Mount Merapi by building sabo dams, which is a building to prevent lava flow due to volcanic eruption, erosion control and landslide prevention. In addition, JICA also lends to the Government of Indonesia to build Shelters, a place to accommodate refugees from disasters. This legal writing uses a juridical-empirical approach, data obtained from literature research and field research. The next step collected data is analyzed with descriptive-qualitative data. The conclusion of the result of this law is that the foreign loan agreement between the Indonesian government and JICA runs smoothly, but in the midst of the agreement, there is an eruption of Mount Merapi on October 26 which makes project work delayed for 1.5 months. Some sabo dams and shelters that have been built also suffered damage, resulting in losses due to delayed work and some buildings that have been completed are damaged.
Kata Kunci : Pinjaman Luar Negeri, Force Majeure