Laporkan Masalah

ANALISIS KESENJANGAN PENGETAHUAN PADA KEGIATAN PENENTUAN POLA TANAM DALAM RANGKA PROSES MANAJEMEN PENGETAHUAN DAERAH IRIGASI LODOYO

SAFITRI RAHMAWATI, Dr. Murtiningrum, STP., M.Eng ;Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Pengetahuan individu diperlukan sebagai modal untuk meningkatkan hasil dari suatu organisasi. Dalam irigasi berkelanjutan, petugas OP dan HIPPA sebagai pelaksana OP adalah sumberdaya manusia dalam organisasi yang memiliki pengetahuan sesuai dengan bidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan pengetahuan pada penentuan pola tanam di Daerah Irigasi Lodoyo. Oleh sebab itu dilakukan penelitian kuantitatif dengan data statistik dan dibuktikan dengan riset empiris. Kesenjangan pengetahuan pada penentuan pola tanam di DI Lodoyo Tulungagung terjadi pada seluruh item pengetahuan. Nilai kesenjangan pengetahuan tertinggi pada pengetahuan mengenai cara pencatatan debit sebesar 2,722. Untuk nilai kesenjangan pengetahuan terendah adalah pada penyusunan rencana tata tanam dengan nilai sebesar 1,778. Untuk mengurangi kesenjangan pengetahuan tersebut harus dilakukan kegiatan seperti pengadaan seminar dan pelatihan dapat dilakukan pemerintah melalui Dinas PKP SDA Kabupaten Tulungagung. Semakin kecilnya nilai kesejangan maka tingkat kesesuaian pengetahuan tersebut semakin besar sehingga organisasi dalam proses penentuan pola tanam dapat mendapatkan hasil yang maksimal.

Individual knowledge is a capital to improve organization performance. Field staff of operation and maintenance as well as water users association are human resources who have knowledge in each duty. The objective of this research was to measure the knowledge gap of cropping pattern determination in Lodoyo Irrigation System. This research employed quantitative empirical research with empirical comparison. Knowledge gap in cropping pattern determination of in Lodoyo Irrigation System occurred in all knowledge process. The widest knowledge gap was 2,722 in process of discharge recording. The smallest knowledge gap was 1,778 in cropping pattern determiation. To reduce the knowledge gap, the Tulungagung government was suggested to deliver seminar or training to disseminate the knowledge. The smallest the gap, the better cropping pattern determination.

Kata Kunci : pengetahuan, kesenjangan pengetahuan, pengelola OP, irigasi, organisasi, penentuan pola tanam/knowledge, knowledge gap, OP manager, irrigation, organization, determination of cropping pattern

  1. S1-2018-363888-abstract.pdf  
  2. S1-2018-363888-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-363888-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-363888-title.pdf