ANALISIS KNOWLEDGE GAP PADA PEMBERIAN AIR IRIGASI DI TINGKAT P3A DALAM MEWUJUDKAN IRIGASI BERKELANJUTAN DAERAH IRIGASI LODOYO
YUSFAN RAMELA PUTRA, Dr. Murtiningrum, STP., M.Eng ; Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIANKegiatan pertanian pada umumnya didukung oleh air irigasi. Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian. Irigasi membutuhkan pengetahuan dalam pelaksanaannya, namun kemampuan manusia yang terbatas menyebabkan munculnya kesenjangan pengetahuan khususnya pada pemberian air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan yang dimiliki pihak yang terlibat dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan pada pemberian air irigasi. Penelitian dilakukan di daerah irigasi Lodoyo Tulungagung. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dengan responden P3A. Analisis yang digunakan yaitu analisis kesenjangan pengetahuan dengan tiga parameter yaitu tingkat pemahaman pengetahuan, tingkat kepentingan pengetahuan, dan tingkat penguasaan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber pengetahuan responden berasal dari pengalaman dan pelatihan. Jenis pengetahuan yang dimiliki responden yaitu pengetahuan tasit dan eksplisit. Nilai kesenjangan pengetahuan merupakan selisih antara nilai kepetingan pengetahuan dengan nilai penguasaan pengetahuan. Nilai kesenjangan pengetahuan tertinggi yaitu pengetahuan pencatatan debit dengan nilai 1.611. Nilai kesenjangan pengetahuan terendah pada pengetahuan giliran dengan nilai 0,944. Nilai kesenjangan pengetahuan menandakan bahwa ada ketidaksesuaian antara aturan dan pelaksanaan pada pemberian air irigasi. Kesenjangan pengetahuan perlu diminimalkan untuk mendukung keberlanjutan pelaksanaan irigasi dengan pemberdayaan P3A
Agricultural activities generally supported by irrigation water. Irrigation is an effort to supply, regulate and dispose of irrigation water to support agriculture. Irrigation requires knowledge in its implementation, but limited human capacity leads to knowledge gaps, especially in the distribution of irrigation water. This study aimed to identify the knowledge of the parties involved and identify knowledge gaps in the distribution of irrigation water. The study was conducted in Lodoyo Tulungagung irrigation system. The instruments used were questionnaires with water users as respondents. The analysis used was knowledge gap analysis with three parameters there were the level of knowledge understanding, the level importance of knowledge, and the level of mastery of knowledge. The results showed that source of knowledge were experience and training. The type of knowledge were tacit and explicit knowledge. Knowledge gap is the difference between the value of knowledge importance with the value of mastery of knowledge. The widest knowledge gap was 1,611 discharge recording. The smallest gap was 0,944 in rotation determination. The value of the knowledge gap indicated that there was a discrepancy between the rules and the implementation of the irrigation water supply. Knowledge gaps need to be minimized to support the sustainability of irrigation implementation by water user empowerment
Kata Kunci : manajemen pengetahuan, kesenjangan pengetahuan,water supply, sustainable irrigation, water user