Analisis Nilai Tambah Mocaf Kelompok Pengolah di Kabupaten Gunungkidul
SILVIA PEGGY FAJARATIH, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P. ; Sugiyarto, S.P., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui besarnya nilai tambah mocaf yang dihasilkan oleh kelompok pengolah di Kabupaten Gunungkidul, dan (2) mengetahui kelayakan usaha mocaf oleh kelompok pengolah di Kabupaten Gunungkidul. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Sampel penelitian diambil sebanyak 6 kelompok pengolah mocaf dengan menggunakan metode purposive sampling. Nilai tambah dianalisis dengan metode Hayami sedangkan kelayakan usaha dianalisis menggunakan analisis finansial metode NPV, IRR, Net B/C, payback period dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha mocaf memberikan nilai tambah sebesar Rp1.871 per kg dengan rasio nilai tambah sebesar 62,38%. Berdasarkan analisis finansial, usaha mocaf layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV sebesar Rp103.771.414, IRR sebesar 22,31%, Net B/C sebesar 1,15 dan payback period tercapai pada 3,84 tahun. Adapun berdasarkan analisis sensitivitas usaha mocaf tidak layak untuk dikembangkan jika terjadi kenaikan harga ubi kayu sebesar 100% setara dengan Rp2.000 per kg atau terjadi penurunan harga jual mocaf sebesar 43% setara dengan Rp4.500 per kg.
This research aims to (1) find out the magnitude of added value mocaf produced by processing group in Gunungkidul Regency, and (2) to know the feasibility of business mocaf by processing group in Gunungkidul Regency. Determination location of research conducted by purposive sampling method that is in Gunungkidul Regency of Yogyakarta. The sample of research are 6 processing groups of mocaf by using purposive sampling method. The added value was analyzed by Hayami method while business feasibility was analyzed using financial analysis of NPV, IRR, Net B/C, payback period and sensitivity analysis. The results showed that the mocaf business provided added value of Rp1.871 /kg with the added value ratio of 62,38%. Based on financial analysis, the mocaf business is feasible to be developed with NPV value of Rp103.771.414, IRR of 22,31%, Net B/C of 1,15 and payback period reached at 3,84 years. Based on the sensitivity analysis of mocaf business is not feasible to be developed if there is an increase of cassava price by 100% equivalent to Rp2.000 /kg or a decrease of mocaf selling price by 43% equivalent to Rp4.500 /kg.
Kata Kunci : nilai tambah, analisis finansial, analisis sensitivitas. / value added, financial analysis, sensitivity analysis.